
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ditanya tentang umrah, “Apakah ia wajib atau sunnah?”</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَقَالَ: لاَ، وَأَنْ تَعْتَمِرَ فَهُوَ أَفْضَلُ</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Tidak wajib, tetapi jika kamu umrah, maka itu lebih utama</em>.” (HR. at-Tirmidzi berkata, “Hadits ini shahih.”).</p>
<p>Imam Ahmad meriwatkan bahwa seorang Arab Badui bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang umrah, apakah ia wajib?”</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَقَالَ: لاَ، وَأَنْ تَعْتَمِرُوْا خَيْرٌ لَكُمْ</p>
<p>Rasulullah menjawab, “<em>Tidak, tetapi jika kamu umrah, maka itu lebih baik untukmu</em>.”</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab</em>,<em> Tahqiq</em> dan<em> Ta’liq</em> oleh Syaikh Qasim ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.<br>
(Dengan penataan bahasa oleh www.konsultasisyariah.com)</p>
 