
<p><strong>HUKUM TERLALU BERSEMANGAT YANG MENGARAH KEPADA SIKAP EKSTREM</strong></p>
<p>Oleh<br>
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz</p>
<p>Pertanyaan.<br>
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ada sebagian para pemuda yang terlalu bersemangat melebihi yang sepatutnya dan mengarah kepada sikap ekstrem, apa nasehat anda terhadapnya?</p>
<p>Jawaban:<br>
Para pemuda dan selain mereka wajib berhati-hati sehingga tidak melakukan tindakan kekerasan, ekstremisme dan ghuluw. Hal ini berdasarkan firman Allah.</p>
<div id="body" class="body">
<div id="quranSection" class="main">
<div id="searchableSection" class="quran">
<div id="5_77" class="aya selectedAya">
<div class="quran" lang="ar"><strong>قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ</strong></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>“<em>Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu’.</em>” [Al-Ma’idah/5 :77]</p>
<p>Demikian juga firmanNya,</p>
<div id="body" class="body">
<div id="quranSection" class="main">
<div id="searchableSection" class="quran">
<div id="3_159" class="aya selectedAya">
<div class="quran" lang="ar"><strong>فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ<span class="waqfSign"> ۖ</span> وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ</strong></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>“<em>Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.</em> ” [Ali Imran/3 :159]</p>
<p>Dan firmanNya kepada Musa, dan Harun, ketika Dia mengutus keduanya menghadap Fir’aun,</p>
<div id="body" class="body">
<div id="quranSection" class="main">
<div id="searchableSection" class="quran">
<div id="20_44" class="aya selectedAya">
<div class="quran" lang="ar"><strong>فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ</strong></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>“<em>Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut</em>.” [Thaha/20 : 44]</p>
<p>Di dalam hadits Nabi, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><strong>فَإِنَّمَـا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ</strong></p>
<p>“<em>Sungguh telah binasalah orang-orang yang melampaui batas.</em>”</p>
<p>Beliau mengucapkan hal ini hingga tiga kali. [1]</p>
<p>Dalam sabdanya yang lain,</p>
<p><strong>إِيَّاكُمْ وَاْلغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّيْنِ</strong></p>
<p>“<em>Berhati-hatilah kamu terhadap tindakan ghuluw (melampaui batas) di dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah tindakan ghuluw di dalam agama</em>.”[2]</p>
<p>Oleh karena itu, saya berwasiat kepada seluruh da’i agar tidak terjerumus ke dalam sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas (ghuluw). Hendaknya mereka bersikap pertengahan, yaitu berjalan di atas manhaj Allah dan hukum KitabNya dan Sunnah RasulNya.</p>
<p>[Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 32, h. 120, dari fatwa Syaikh ibn Baz]</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama. Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia, Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]<br>
_______<br>
Footnote<br>
[1]. HR. Muslim dalam Shahih-nya, kitab Al-‘Ilm (2670).<br>
[2]. Imam Ahmad (1854), dan juga diriwayatkan oleh sebagian pengarang kitab As-Sunan dengan sanad Hasan; an-Nasa’i, kitab AI-Hajj (3057), Ibn Majah, kitab Al-Manasik (3029).</p>
 