
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Soal:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apakah boleh shalat bermakmum kepada imam yang berkeyakinan menyimpang terhadap para wali dan orang shalih?</span></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Jawab:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Keyakinan bahwasannya para wali dan orang shalih dapat memberi manfaat dan madharat (dengan sendirinya), atau memberikan kesembuhan kepada orang sakit, atau menghilangkan kesulitan, sebagaimana yang diyakini para penyembah kuburan (Quburiyyun) dewasa ini terhadap beberapa kuburan, ini semua adalah syirik akbar, </span><i><span style="font-weight: 400;">wal ‘iyadzu billah </span></i><span style="font-weight: 400;">(semoga Allah melindungi kita). Pelakunya telah keluar dari Islam, dikarenakan mereka telah beribadah kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Azza Wa Jalla</span></i><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak ada yang dapat menguasai madharat dan manfaat, juga melapangkan kesempitan, serta juga menunaikan segala kebutuhan seorang hamba, kecuali Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> semata. Tidak ada satu pun selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Subhanahu Wa Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> saja, yang dapat menguasai hal-hal di atas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Keyakinan bahwa orang-orang yang telah wafat dan telah dikubur dapat memberikan manfaat dan madharat, bahkan walaupun keyakinan tersebut diarahkan kepada orang yang masih hidup. Bahwa mereka mampu melakukan sesuatu yang sejatinya hanya dimampui oleh Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Subhanahu Wa Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata, seperti memberikan kesembuhan kepada orang yang sakit, mendatangkan rezeki, dan menolak marabahaya, maka semua keyakinan tersebut termasuk syirik akbar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itu semua merupakan bentuk bergantungnya hati dan tawakkal, bahkan penyerahan ibadah-ibadah yang agung, kepada selain </span><i><span style="font-weight: 400;">Allah Subhanahu Wa Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga, imam yang berkeyakinan sebagaimana dijabarkan di atas, selama masih di atas keyakinan tersebut, bukan termasuk orang Islam. Keimamannya pun tidak sah, disebabkan ia adalah seorang musyrik yang berbuat kesyirikan akbar kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Azza Wa Jalla</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/54967-hukum-mengkhususkan-hari-raya-dan-hari-jumat-untuk-ziarah-kubur.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Mengkhususkan Hari Raya dan Hari Jum’at untuk Ziarah Kubur</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/44024-terkadang-adzab-kubur-diperlihatkan-kepada-manusia.html" data-darkreader-inline-color="">Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">___</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan </span><i><span style="font-weight: 400;">Hafizhahullahu Ta’ala</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Anggota </span><i><span style="font-weight: 400;">Hai’ah Kibar Al-Ulama</span></i><span style="font-weight: 400;">, Saudi Arabia</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber: </span><a href="https://ar.islamway.net/fatwa/5410"><span style="font-weight: 400;">https://ar.islamway.net/fatwa/5410</span></a><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/muhammad-fadhli" data-darkreader-inline-color="">Muhammad Fadhli, ST.</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 