
<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Suami saya tidak memberikan nafkah, baik kepada saya maupun anak-anak, maka terkadang kami mengambil harta suami tanpa sepengetahuannya, apakah saya berdosa?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Seorang wanita boleh mengambil harta suaminya yang tidak memberi nafkah yang cukup tanpa sepengetahuannya, sekadar kebutuhan dirinya dan anaknya, tidak boros serta tidak menghambur-hamburkan harta jika suaminya tidak memberikan nafkah yang mencukupinya.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dalam kitab Ash-shahihain dari ‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em>:</p>
<p class="arab">أن هند بنت عتبة رضي الله عنها قالت: يا رسول الله: إن أبا سفيان لا يعطيني ما يكفيني ويكفي بنيّ، فقال صلى الله عليه وسلم: خذي من ماله بالمعروف ما يكفيك ويكفي بنيك</p>
<p>Bahwasanya Hindun binti ‘Utbah <em>radhiallaahu ‘anha</em> berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan tidak memberikan nafkah yang dapat mencukupi kebutuhanku dan kebutuhan anakku.” Kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>“Ambillah sebagian dari hartanya secara baik-baik sesuai dengan apa yang mencukupi kebutuhanmu dan kebutuhan anakmu.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p><em>Wallahu a’lam</em></p>
<p>***<br>
Muslimah.Or.Id<br>
Sumber http://www.ibnbaz.org.sa/mat/3128<br>
Diterjemahkan oleh Wakhidatul Latifah<br>
Murajaah: Ustadz Abu Sholih Fauzan Abdillah</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 