
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Hukum Sebab Pertama</b></span></h4>
<p><span style="color: #000000;">Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di</span><span style="color: #000000;"><i> rahimahullah</i></span><span style="color: #000000;"> berkata dalam kitabnya,</span><span style="color: #000000;"><i> Al-Qaulul Jadiid</i></span><span style="color: #000000;">:</span></p>
<p style="text-align: right;" align="CENTER"><span style="color: #000000;"><br>
</span>أحدها:أن لا يجعل منها سببا إلا ما ثبت أنه سبب شرعا أو قدرا.</p>
<p align="LEFT">“<span style="color: #000000;"><b>Pertama:</b></span><span style="color: #000000;"> Tidak menjadikan sesuatu sebagai sebab, kecuali jika sesuatu tersebut terbukti sebagai sebab, baik secara Syar’i maupun Qadari/Kauni.</span>”</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>Penjelasan:</b></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Maksud dari hukum yang pertama ini adalah sebab yang kita ambil haruslah terbukti secara </span>syar’i<span style="color: #000000;"> atau </span><i>q</i><span style="color: #000000;"><i>adari</i></span><span style="color: #000000;">.</span> <span style="color: #000000;">Jadi, tidak boleh melakukan suatu usaha pun kecuali jika usaha tersebut terbukti sebagai sebab, baik secara </span>s<span style="color: #000000;">yar’i maupun </span><i>q</i><span style="color: #000000;"><i>adari</i></span><span style="color: #000000;">/</span><i>k</i><span style="color: #000000;"><i>auni</i></span><span style="color: #000000;">.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>A. Terbukti secara Syar’i</b></span><span style="color: #000000;"> maksudnya adalah harus ada dalil dari </span>Al-Qur’an<span style="color: #000000;"> atau As-Sunnah yang </span>benar<span style="color: #000000;"> bahwa </span>hal tersebut adalah<span style="color: #000000;"> sebab guna mencapai suatu </span>manfaat<span style="color: #000000;"> atau</span> <span style="color: #000000;">menolak mudharat.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Tiga contoh berikut, semoga bisa memperjelas pernyataan di atas:</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">1. Beramal </span>salih<span style="color: #000000;"> adalah sebab masuknya seorang hamba kedalam </span>s<span style="color: #000000;">urga.</span></p>
<p align="LEFT">D<span style="color: #000000;">engan beramal </span>salih<span style="color: #000000;">, seseorang mendapatkan rahmat Allah, sehingga dengan rahmat-Nya ia masuk kedalam </span>surga<span style="color: #000000;">.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Hal ini berdasarkan dalil berikut ini, Allah</span><span style="color: #000000;"><i> Ta’ala</i></span><span style="color: #000000;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;" align="CENTER">الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ</p>
<p align="JUSTIFY">“<i>(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan”</i> (QS. An-Nahl: 32).</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">2. Madu adalah obat untuk manusia, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 69,</span></p>
<p style="text-align: right;" align="CENTER">يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُون</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">“<i>Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan”</i></span><i> </i>(An-Nahl: 69).</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">3. Ruqyah</span><a class="sdfootnoteanc" href="#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"><sup>1</sup></a><span style="color: #000000;"> yang sesuai dengan </span>s<span style="color: #000000;">yari’at adalah obat untuk sengatan hewan berbisa, hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad</span><span style="color: #000000;"><i> shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span><span style="color: #000000;">:</span></p>
<p style="text-align: right;" align="CENTER">لا رقية إلا من عين أو حمة</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><i>Tidak ada ruqyah (yang lebih bermanfaat) kecuali pada penyakit ‘ain dan sengatan hewan berbisa</i></span><span style="color: #000000;">” (HR. Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>Catatan</b></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Semua sebab yang terbukti secara </span>s<span style="color: #000000;">yar’i, pastilah terbukti secara </span><i>q</i><span style="color: #000000;"><i>adari</i></span><span style="color: #000000;">.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>B. Terbukti secara </b></span><i><b>q</b></i><span style="color: #000000;"><i><b>adari</b></i></span><span style="color: #000000;"> maksudnya, terbukti secara ilmiah atau berdasarkan pengalaman yang jelas dan ilmiah bahwa sesuatu itu merupakan sebab.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Contohnya:</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Tes darah di laboratorium, untuk mengetahui adanya serangan bakteri.</span></li>
<li>Makan, suatu sebab agar hilang rasa lapar.</li>
<li>Memakai payung, sebab agar tidak kehujanan.</li>
</ul>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Sebab yang terbukti secara </span>q<span style="color: #000000;">adari terbagi menjadi dua macam:</span></p>
<ol>
<li>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Sebab </span>q<span style="color: #000000;">adari yang diizinkan dalam </span>syari<span style="color: #000000;">‘at (sebab </span>q<span style="color: #000000;">adari yang halal)<br>
</span><span style="color: #000000;">Seperti: Berdagang </span>dengan cara<span style="color: #000000;"> halal untuk mendapatkan nafkah.</span></p>
</li>
<li>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Sebab </span>q<span style="color: #000000;">adari yang dilarang dalam </span>syari<span style="color: #000000;">‘at (Sebab </span>q<span style="color: #000000;">adari yang haram)<br>
</span>Seperti: korupsi atau merampok untuk mendapatkan uang yang banyak.</p>
</li>
</ol>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Korupsi atau merampok, secara pengalaman yang logis, jelas menyebabkan seorang bisa mendapatkan uang banyak, namun kedua sebab itu diharamkan dalam </span>syari<span style="color: #000000;">‘at.</span></p>
<p align="LEFT">(bersambung)</p>
<p align="LEFT">___</p>
<h5 align="LEFT">Catatan kaki</h5>
<div id="sdfootnote1">
<p align="LEFT"><a class="sdfootnotesym" href="#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym">1</a><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">. Ruqyah adalah bacaan-bacaan untuk pengobatan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam </span></span><span style="font-size: small;">syari</span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">‘at dengan syarat-syarat yang telah dijelaskan Ulama. Dan hakekatnya Ruqyah merupakan salah satu bentuk doa.</span></span></p>
<p align="LEFT">***</p>
<p align="LEFT">Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p align="LEFT">Artikel Muslim.or.id</p>
<p align="LEFT">[serialposts]
</p>
</div>
 