
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu puasa sunnah adalah puasa ‘Asyura yaitu tanggal 10 Muharram. Kita diperintahkan juga puasa Tasu’a yaitu tanggal 9 Muharram dengan tujuan menyelisihi Yahudi yang puasa juga tanggal 10 Muharram. Bagaimana dengan puasa tanggal 11 Muharram? Memang terdapat hadits bahwa cara menyelisinya Yahudi adalah puasa sebelum (9 Muharram) &amp; sesudahnya (11 Muharram), akan tetapi sebagian ulama menilai hadits ini Dhaif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat terkuat bahwa puasa tanggal 11 Muharram juga diperbolehkan dengan dalil keumuman keutamaan berpuasa di bulan Muharram, sehingga seseorang bisa berpuasa di tanggal 9, 10 &amp; 11 Muharram, meskipun yang terbaik adalah puasa tanggal 9 &amp; 10 saja.</span></p>
<p><strong>Berikut pembahasannya:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadits yang menjelaskan puasa sebelum dan sesudah puasa ‘Asyura adalah sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Puasalah pada hari Asyura’ dan berbedalah dengan orang Yahudi. Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.<strong> [HR. Ahmad]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hanya saja ulama ikhtilaf mengenai status hadits di atas. Hadits di atas didhaifkan oleh syaikh Al-Albani, Al-Mubarafkfury dll. Hadits ini dihasankan oleh syaikh Ahmad Syakir.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila kita anggap hadits tersebut dhaif, bukan berarti tidak boleh puasa pada tanggal 11 Muharram. Puasa 11 Muharram diperbolehkan dengan alasan berikut:</span></p>
<h2>Keumuman keutamaan puasa di bulan Muharram</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi boleh puasa tanggal berapa pun dengan patokan hadits keutamaan hadits ini. Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (bulan) al-Muharram”.<strong>[HR.Muslim: 1163]</strong></span></p>
<h2>Bulan sebelumnya yaitu Dzulhijjah bisa saja 29 atau 30 hari, sehingga bisa jadi tanggal 11 adalah tanggal 10 Muharram. Jadi ini bentuk berjaga-jaga &amp; kehati-hatian, terlebih apabila ada keragu-raguan.</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Ahmad berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">من أراد أن يصوم عاشوراء صام التاسع والعاشر إلا أن تشكل الشهور فيصوم ثلاثة أيام</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang ingin puasa ‘Asyura, ia berpuasa pada tanggal 9 &amp; 10 Muharram, kecuali apabila ragu mengenai (hitungan) bulan, maka hendaknya berpuasa 3 hari (9, 10 &amp; 11 Muharram).” <strong>[Al-Mughni 4/441]</strong></span></p>
<blockquote><p><em><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="--darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28756-mengapa-dinamakan-bulan-muharram.html" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">Mengapa Dinamakan Bulan Muharram?</a></strong></em></p></blockquote>
<h2>Puasa tanggal 10 &amp; 11 Muharram juga tercapai tujuan menyelisihi Yahudi</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الأولى للإنسان أن يأتي بالتاسع مع العاشر، وإذا لم يأت بالتاسع فإنه يأتي بالحادي عشر مع العاشر؛ لأنه تحصل به المخالفة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Lebih baik bagi manusia adalah tanggal 9 &amp; 10. Apabila tidak bisa, maka ia puasa 10 &amp; 11 agar terjadi maksud menyelisihi Yahudi.” <strong>[sumber:</strong></span><strong> ar.islamway.net/fatwa/30284]</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian lah puasa tanggal 11 Muharram tidak lah terlarang dengan dalil-dalil di atas dan boleh puasa 9, 10 &amp; 11 Muharram sekaligus.</span></p>
<p><strong>CATATAN:</strong></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Terdapat hadits shahih yang menyatakan puasa itu dianjurkan pada tanggal 9 &amp; 10 Muharram untuk menyelisihi Yahudi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> pun bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika tahun depan insya Allah (kita bertemu kembali dengan bulan Muharram), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“. Akan tetapi belum tiba Muharram tahun depan hingga Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> wafat di tahun tersebut <strong>[HR. Muslim. No.1134]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehinggal beberapa ulama menyatakan bahwa lebih baik puasa tanggal 9 &amp; 10 Muharram. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">وصوم التاسع مع العاشر أفضل، وإن صام العاشر مع الحادي عشر كفى ذلك، لمخالفة اليهود، وإن صامهما جميعًا مع العاشر فلا بأس؛ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Puasa 9 &amp; 10 Muharram lebih baik, apabila puasa pada tanggal 10 &amp; 11 maka sudah mencukupi untuk menyelisihi Yahudi, apabila puasa semuanya (9,10, &amp; 11) maka tidak apa-apa.”<strong> [sumber: </strong></span><strong>binbaz.org.sa/fatwas/12711]</strong></p>
<ol start="2">
<li><span style="font-weight: 400;"> Apabila tidak bisa puasa tanggal 9 Muharram, maka puasa tanggal 10 Muharram SAJA tidak mengapa</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Mawardi berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">لا يكره إفراد العاشر بالصيام على الصحيح من المذهب ، ووافق الشيخ تقي الدين [ابن تيمية] أنه لا يكره</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak makruh apabila hanya puasa tanggal 10 Muharram saja menurut pendapat terkuat, inilah yang disetujui oleh Ibnu Taimiyyah bahwasanya hal tersebut tidaklah makruh.” <strong>[Al-Inshaf 3/346]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/23085-11-amalan-bidah-di-bulan-muharram.html" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">11 Amalan Bid’ah di Bulan Muharram</a></strong></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a href="https://muslim.or.id/18663-banyak-puasa-di-bulan-muharram-adakah-tuntunan.html" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">Banyak Puasa di Bulan Muharram, Adakah Tuntunan?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>—</p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun:<a href="https://muslimafiyah.com/" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color=""> Raehanul Bahraen</a></strong></p>
<p><strong>Artikel muslim.or.id</strong></p>
 