
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa hukum onani?</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Syekh bin Baz menjawab,</strong></p>
<p>Hukum onani dengan tangan adalah haram dan harus dihindari oleh setiap muslim, karena perbuatan itu bertentangan dengan firman Allah,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ, إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرَ مَلُوْمِيْنَ, فَمَنِ ابْتَغَى وَرَآءَ ذَالِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُوْنَ</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” </em>(Qs. al-Mukminun: 5–7)</p>
<p>Perbuatan itu (onani) menimbulkan banyak bahaya. Hanya Allah yang dapat memberikan taufik.</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Syekh Bin Baz Jilid 1</em>, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Pustaka at-Tibyan.<br>
Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.KonsultasiSyariah.com</p>
 