
<p>Bolehkah menyentuh alat vital (kemaluan) istri atau sebaliknya istri menyentuh kemaluan suami? Apakah membatalkan wudhu? Apakah menyebabkan mandi wajib?</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Hukum Menyentuh Kemaluan Istri</span></h4>
<p>Para ulama sepakat bahwa suami boleh menyentuh kemaluan istrinya.</p>
<p>Ibnu ‘Abidin berkata, “Abu Yusuf pernah bertanya pada Abu Hanifah mengenai seorang suami yang menyentuh alat vital (kemaluan) istrinya dan istrinya pun melakukan sebaliknya sehingga suami terangsang, apakah seperti itu bermasalah? Jawab Imam Abu Hanifah, tidak masalah, bahkan aku harap seperti itu mendapatkan pahala yang besar.” (<em>Hasyiyah Ibnu ‘Abidin</em>, 5: 234, dinukil dari <em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 32: 90).</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Menyentuh Kemaluan Membatalkan Wudhu</span></h4>
<p>Ada hadits yang menyebutkan bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudhu. Dari Busrah binti Shafwan, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu.</em>” (HR. Abu Daud no. 181, An Nasai no. 163, Ibnu Majah no. 479, dan Tirmidzi no. 82. Al Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa hadits ini <strong><em>shahih</em></strong>)</p>
<p>Dalil lainnya yang berbeda menyatakan bahwa wudhu tidak batal ketika menyentuh kemaluan. Dari Thalq bin ‘Ali di mana ada seseorang yang mendatangi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> lalu bertanya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَسِسْتُ ذَكَرِى أَوِ الرَّجُلُ يَمَسُّ ذَكَرَهُ فِى الصَّلاَةِ عَلَيْهِ الْوُضُوءُ قَالَ « لاَ إِنَّمَا هُوَ مِنْكَ</p>
<p>“Aku pernah menyentuh kemaluanku atau seseorang menyentuh kemaluannya ketika shalat, apakah ia diharuskan untuk wudhu?” Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab, “<em>Kemaluanmu itu adalah bagian darimu</em>.” (HR. Ahmad 4: 23. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini <strong><em>hasan</em></strong>)</p>
<p>Baca pembahasan: <a href="https://rumaysho.com/thoharoh/apakah-menyentuh-kemaluan-membatalkan-wudhu-995.html" target="_blank">Apakah menyentuh kemaluan membatalkan wudhu?</a></p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Terkait dengan Batalnya Wudhu</span></h4>
<p>Sebagian ulama menyatakan bahwa menyentuh kemaluan istri membatalkan wudhu sebagaimana yang dipegang oleh mayoritas ulama. Sedangkan ulama lainnya menyatakan wudhu tersebut tidak batal karena tidak adanya dalil yang menyatakan batal. (Lihat <em>Fiqh As-Sunnah li An Nisaa</em>’, hal. 41).</p>
<p>Pendapat yang menyatakan tidak batal, itulah pendapat yang lebih kuat.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Terkait dengan Wajib Mandi</span></h4>
<p>Dijelaskan oleh Syaikh Abu Malik, jika seorang suami menyentuh kemaluan istrinya dan bukan jima’, maka tidak wajib mandi selama tidak keluar mani. (Lihat <em>Fiqh As-Sunnah li An Nisaa</em>’, hal. 41).</p>
<p>Berarti, jika keluar mani, tetap wajib mandi meskipun tidak sampai jima’.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em> Hanya Allah yang memberi taufik.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>. Penerbit Kementrian Agama Kuwait.</p>
<p><em>Fiqh As-Sunnah li An-Nisaa’</em>. Cetakan tahun 1422 H. Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim. Penerbit Maktabah At-Taufiqiyyah.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun menjelang Ashar, 16 Rajab 1436 H di <a href="http://darushsholihin.com" target="_blank">Darush Sholihin</a></p>
<p>Penulis: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
<p>Ikuti update artikel Rumaysho.Com di <a href="https://www.facebook.com/rumaysho" target="_blank">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans)</a>, <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank">Facebook Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank">Twitter @RumayshoCom</a>, <a href="https://instagram.com/rumayshocom" target="_blank">Instagram RumayshoCom</a></p>
<p>Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.</p>
 