
<p>Adakah tuntunan mengusap wajah setelah salam? Karena seringkali sebagian orang melakukan seperti ini.</p>
<p>Dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah sudah ada fatwa tentang hal ini.</p>
<p>Pertanyaan: Apakah disunnahkan mengusap wajah sesudah salam?</p>
<p>Jawab: Tidak disunnahkan hal tersebut. Kami pun tidak mengetahui adanya dalil dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> akan hal itu baik dari ucapan maupun dari praktek beliau. Hal itu pun setahu kami tidak dipraktekkan dari para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em>. Sebaik-baik jalan adalah dengan mengikuti petunjuk rasul (ittiba’). Sejelek-jelek jalan adalah dengan melakukan amalan yang tiada tuntunan. (<a href="http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&amp;View=Page&amp;PageNo=1&amp;PageID=2246&amp;languagename=">Fatwa Al Lajnah Ad Daimah 7: 73 saat diketuai oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz</a>)</p>
<p>Ibnu Hajar pernah berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ اِخْتَرَعَ فِي الدِّين مَا لَا يَشْهَد لَهُ أَصْل مِنْ أُصُوله فَلَا يُلْتَفَت إِلَيْهِ</p>
<p>“Siapa yang membuat-buat perkara baru dalam agama lalu tidak didukung oleh dalil, maka ia tidak perlu ditoleh.” (<em>Fathul Bari</em>, 5: 302)</p>
<p>Sebagian salaf mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">عليك بطريق الحق ولا تستوحش لقلة السالكين وإياك وطريق الباطل ولا تغتر بكثرة الهالكين</p>
<p>“Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa” (<em>Madarijus Salikin</em>, 1: 22).</p>
<p>Adapun hukum mengusap wajah setelah berdoa, silakan baca <a href="https://rumaysho.com/amalan/hukum-mengusap-wajah-setelah-berdoa-1594" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Hanya Allah yang memberi taufik.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di <a href="http://darushsholihin.com/">Darush Sholihin</a>, 29 Rabi’ul Awwal 1436 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Ikuti status kami dengan memfollow <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal">FB Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="http://www.facebook.com/rumaysho">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</a>, Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom">@RumayshoCom</a>, <a href="instagram.com/rumayshocom/">Instagram RumayshoCom</a></p>
<p>Segera pesan buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang membicarakan masalah natal dan loyal pada non muslim dengan judul “<strong>Natal, Hari Raya Siapa?”</strong> dan “<strong>Kesetiaan pada Non Muslim</strong>” di Toko Online Ruwaifi.Com via sms +62 852 00 171 222 atau BB 27EACDF5 atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: buku natal dan kesetiaan#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku. Harga Rp.20.000,- untuk dua buku (belum termasuk ongkir).</p>
<blockquote>
<p>Saat ini masjid pesantren binaan Ustadz M. Abduh Tuasikal sedang direnovasi (dijadikan dua lantai) dan membutuhkan dana sekitar <strong>1,5 Milyar rupiah. Dana yang masih kurang untuk pembangunan tahap kedua, dibutuhkan sekitar 850 juta rupiah, sekarang sudah terkumpul 350 juta rupiah.</strong></p>
<p>Bagi yang ingin menyalurkan donasi renovasi masjid, silakan ditransfer ke: (1) BCA: 8610123881, (2) BNI Syariah: 0194475165, (3) BSM: 3107011155, (4) BRI: 0029-01-101480-50-9 [semua atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal].</p>
<p>Jika sudah transfer, silakan konfirmasi ke nomor <b>0823 139 50 500</b> dengan contoh sms konfirmasi: Rini# Jogja# Rp.3.000.000#BCA#20 Mei 2012#renovasi masjid. Laporan donasi, silakan cek <a title="Renovasi Masjid" href="http://darushsholihin.com/renovasi-masjid/" target="_blank">di sini</a>.</p>
</blockquote>
 