
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Ada yayasan sosial yang  menampung zakat untuk disalurkan kepada mustahiq yang berhak  menerimanya. Bolehkah yayasan ini menginvestasikan harta zakat itu,  sebelum diserahkan kepada orang yang berhak menerimanya. Dengan harapan  bisa mendapatkan manfaat lebih banyak dari program investasi ini?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Dr. Sa’d Turki Al-Khatslan</p>
<p>Alhamdulilllah was shalatu was salamu ‘ala Rasulullah, wa ba’du</p>
<p class="arab">فيجب  صرف الزكاة في مصارفها الشرعية التي ذكرها الله –تعالى- في قوله: “إنما  الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب  والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم”  [التوبة:60].</p>
<p>Wajib menyalurkan zakat kepada jalur yang sesuai  syariat, yang telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya, yang  artinya, “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang fakir, miskin,  amil yang menanganinya, orang yang ditundukkan hatinya, membebaskan  budak mukatab, orang yang berhutang, di jalan dan Ibnu Sabil. Itu adalah  kewajiban dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”  (QS. At-Taubah: 60).</p>
<p>Beliau kemudian menegaskan,</p>
<p class="arab">وهذا الحكم- وهو وجوب صرف الزكاة- على الفور، فلا يجوز تأخيره، ومعلوم أن استثمار أموال الزكاة يؤدي إلى تأخير صرف الزكاة.</p>
<p>Hukum  ini – yaitu wajibnya menyalurkan zakat – harus dilakukan segera, dan  tidak boleh ditunda. Dan kita yakin bahwa menggunakan harta zakat untuk  investasi akan menyebabkan tertundanya penyaluran harta zakat.</p>
<p>Beliau melanjutkan,</p>
<p class="arab">ثم  إن من أبرز أصناف الزكاة: الفقراء والمساكين والغارمين، ومن حكمة مشروعية  الزكاة سد حوائجهم، واستثمارها قد يفوِّت هذه المصلحة، أو يؤخرها كثيراً  عليهم.<br> ولهذا نقول: لا يجوز استثمار أموال الزكاة، بل يجب صرفها فوراً للمستحقين”. والله أعلم.</p>
<p>Kemudian,  diantara golongan penerima zakat yang paling menonjol : orang fakir,  miskin, dan orang yang berutang. Dan diantara hikmah disyariatkannya  zakat adalah untuk menutupu kebutuhan mereka. Sementara menginvestasikan  dana zakat, terkadang menyebabkan hilangnya maslahat besar ini. Atau  mengakhirkan mereka dari hal itu. Oelh karena itu, aku sampaikan, tidak  boleh menginvertasikan harta zakat, dan yang wajib adalah menyerahkannya  kepada yang berhak.<br> Allahu a’lam</p>
<p>Referensi: <em>http://www.saad-alkthlan.com/text-3</em></p>
 