
<h2>Mengelap Bekas Wudhu dengan Handuk</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu’alaikum.</p>
<p>Bolehkah air wudhu dilap? Soalnya ketika masih ada <strong>wudhu</strong>, kadang merasa kedinginan atau gatal kena airnya sehingga bisa mempengaruhi kekhusyuan shalat</p>
<p>Dari: Irfandy<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam</p>
<p>Banyak ulama yang berpendapat bolehnya <a title="menyeka anggota wudhu dengan handuk" href="https://konsultasisyariah.com/hukum-menggunakan-handuk-setelah-wudhu" target="_blank"><strong>menyeka anggota wudhu dengan handuk</strong></a> atau semisalnya. Diantaranya adalah Utsman bin Affan, Anas bin Malik, Hasan bin Ali, Hasan al-Basri, Ibnu Sirin, Asy-Sya’bi, Ishaq bin Rahawaih, Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan salah satu pendapat Madzhab Asy-Syafii. Ini juga berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar.</p>
<p>Dalil yang menguatkan pendapat mereka: <strong>Pertama</strong>, hadis dari Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, beliau mengatakan:</p>
<p class="arab">كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِرْقَةٌ يُنَشِّفُ بِهَا بَعْدَ الوُضُوءِ</p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memiliki <strong>handuk kecil</strong> yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah wudhu.” (HR. Turmudzi, An-Nasai dalam <em>al-Kuna</em> dengan sanad shahih. Hadis ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam <em>Shahih Al-Jami’</em>, 4706).</p>
<p><strong>Kedua</strong>, hadis dari Salman al-Farisi,</p>
<p class="arab">أن رسول الله صلى الله عليه وسلم «توضأ، فقلب جبة صوف كانت عليه، فمسح بها وجهه</p>
<p>Bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah berwudhu, kemudian beliau membalik jubah wol yang beliau pakai, dan beliau gunakan untuk mengusap wajahnya. (HR. Ibn Majah 468. Fuad Abdul Baqi mengatakan: Dalam Zawaid sanadnya shahih dan perawinya <em>tsiqat</em>. Al-Albani menilai hasan).</p>
<p>Sementara itu, sebagian ulama lain berpendapat makruh mengeringkan anggota wudhu dengan <em>handuk</em>. Mereka berdalil dengan hadis dari Maimunah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ketika beliau menjelaskan tata cara mandi junub Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dalam hadis tersebut, Maimunah mengatakan:</p>
<p class="arab">فَنَاوَلْتُهُ الْمِنْدِيلَ فَلَمْ يَأْخُذْهُ</p>
<p>“Kemudian aku ambilkan <strong>handuk</strong>, namun beliau tidak menggunankannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Namun hadis ini tidaklah menunjukkan hukum makruh mengeringkan anggota badan setelah wudhu. Karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidak menggunakan handuk setelah mandi, tidaklah menunjukkan bahwa itu dibenci.</p>
<p><em>Allahu a’lam. </em></p>
<p>Simak: <em>Sifat Wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, hlm. 42 – 43</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
 