
<p>Kita seringkali melihat dandanan wanita dengan mencukur alis mata. Apakah dalam Islam hal ini dibolehkan?</p>
<p>Mari kita lihat fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) berikut ini.</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></p>
<p>Apa hukum wanita mencukur alis atau rambut di antara dua alis karena tebal? Apakah juga boleh bagi wanita mencukur kumus dan rambut wajahnya? Apakah hal ini termasuk dalam hukum alis tadi? Lalu bagaimana jika yang melakukan hal ini adalah wanita yang taat agama, ia melakukannya karena taat suami atau terpengaruh lingkungan sekitar?</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Jawaban:</strong></span></p>
<p>Wanita tidak boleh menghilangkan (mencukur) alis matanya karena perbuatan ini termasuk <em>namsh</em> yang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melaknat orang yang melakukannya. Perbuatan ini termasuk merubah ciptaan Allah dan termasuk perbuatan setan. Jika suaminya yang memerintahkan untuk mencukur alis tersebut, maka suaminya saat itu tidak perlu ditaati. Karena perbuatan itu adalah maksiat. <em>Seseorang tidak boleh mentaati makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Ketaatan hanyalah dalam kebaikan saja.</em> Sebagaimana Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang mengatakan hal ini.  Adapun rambut pada wajah tidak boleh dihilangkan kecuali jika membuat jelek. Seperti misalnya tumbuh pada wanita kumis atau jenggot, maka ketika itu boleh dihilangkan.</p>
<p><em>Wa billahit taufiq. </em>Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua; Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh selaku wakil ketua; Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan dan Syaikh Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid selaku anggota.</p>
<p><strong>[Fatwa no. 19517, pertanyaan no. 2, 17/133]</strong></p>
<p>Hadits larangan <em>an namsh</em> adalah sebagai berikut:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="color: #ff0000; font-size: 18pt;">لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ</span></p>
<p>“<em>Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. <span style="text-decoration: underline;">Allah pula melaknat orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut</span></em><span style="text-decoration: underline;">.</span>” (HR. Muslim no. 2125)</p>
<p>An Nawawi <em>rahimahullah</em> ketika menerangkan an namsh, beliau katakan, “<em>An naamishoh</em> adalah orang yang menghilangkan rambut wajah, sedangkan <em>al mutanammishoh</em> adalah orang yang meminta dicabutkan. Perbuatan <em>namsh</em> itu <span style="text-decoration: underline;">haram </span>kecuali jika pada wanita terdapt jenggot atau kumis, maka tidak mengapa untuk dihilangkan, bahkan menurut kami hal itu disunnahkan.” (<em>Al Minhaj Syarh Shahih Muslim</em>, 14/106)</p>
<p>Semoga sajian singkat ini bermanfaat.</p>
<p> </p>
<p>Riyadh-KSA, 27th Rabi’ul Awwal 1432 (01/03/2011)</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/18277-faedah-surat-an-nuur-18-pandangan-pertama-hingga-perhiasan-wanita.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Pandangan Pertama Hingga Perhiasan Wanita</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/1582-hukum-wanita-memendekkan-rambut.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Hukum Wanita Memendekkan Rambut</strong></span></a></li>
</ul>
 