
<p>Pertanyaan:</p>
<p>Jika seorang wanita pernah memasang IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi dalam Rahim) lalu <a href="https://muslim.or.id/42115-mengenggam-dunia-ketika-meninggal-hanya-membawa-kafan.html">meninggal</a>. Apakah harus diambil kembali? Artinya mayit akan dilakukan prosedur pencabutan IUD/AKDR tersebut?</p>
<p>Jawabannya: <strong>TIDAK perlu dicabut</strong></p>
<p>Dengan alasan:<br>
1) pada mayit termasuk dalam larangan tidak bolehnya merusak jasad mayit seperti mencincang mayit. Diriwayatkan oleh Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَّرَ أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَمَنْ مَعْهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا، ثُمَّ قَالَ: اغْزُوا بِاسْمِ اللهِ، في سَبِيلِ اللهِ، قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا وَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ -أَوْ خِلَالٍ- فَأَيَّتُهُنَّ مَا أََجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ</span></p>
<p>“Adalah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bila menetapkan seorang komandan sebuah pasukan perang yang besar atau kecil, beliau berpesan kepadanya secara khusus untuk bertakwa kepada Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang bersamanya, lalu beliau mengatakan: ‘Berperanglah dengan menyebut nama Allah, di jalan Allah. Perangilah orang yang kafir terhadap Allah. Berperanglah, jangan kalian melakukan ghulul (mencuri rampasan perang), jangan berkhianat, jangan mencincang mayat, dan jangan pula membunuh anak-anak. Bila kamu berjumpa dengan musuhmu dari kalangan musyrikin, maka ajaklah kepada tiga perkara. Mana yang mereka terima, maka terimalah dari mereka dan jangan perangi mereka. Ajaklah mereka kepada Islam, kalau mereka terima maka terimalah dan jangan perangi mereka…’”</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/25051-fikih-jenazah-3-hal-hal-yang-disyariatkan-terhadap-orang-yang-baru-meninggal-dunia.html">Hal-Hal Yang Disyari’atkan Terhadap Orang Yang Baru Meninggal Dunia</a></span></p>
<p>Terdapat pula larangan mematahkan tulang <a href="https://muslim.or.id/31772-kain-ihram-mengingatkanmu.html">mayit</a> walaupun mayit tersebut adalah musuh dalam peperangan.</p>
<p>Dari Jabir <i>radhiallahu ‘anhu</i> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">عن جابر ـ رضي الله عنه ـ أنه قال: خرجْنا مع رسول الله ـ صلّى الله عليه وسلم ـ في جنازة فجلس النبيّ على شَفير القبر وجلسْنا معه، فأخرج الحَفّار عظمًا ـ ساقًا أو عضوًا ـ فذهب ليكسِره، فقال النبي ـ صلى الله عليه وسلم, “لا تكسرْها، فإنّ كسرَك إيّاه ميّتًا ككسرِك إياه حَيًّا، ولكن دُسَّه في جانب القبر” هذا الحديث رواه مالك وابن ماجه وأبو داود بإسناد صحيح</span></p>
<p>“Aku keluar bersama Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengantar jenazah, beliau duduk di pinggir kuburan dan kami pun juga demikian. Lalu seorang penggali kubur mengeluarkan tulang (betis atau anggota) dan mematahkannya (menghancurkannya). Maka Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Jangan kamu patahkan tulang itu. Kamu patahkan meski sudah meninggal sama saja dengan kamu patahkan sewaktu masih hidup. Benamkanlah di samping kuburan.”</p>
<p>2. Ini tidak sesuai dengan anjuran bersegera menyelenggarakan <a href="https://muslim.or.id/26603-meninggal-ketika-ibadah-haji-dan-umrah.html">jenazah</a>. Ini akan menjadi lama karena ada proses tersebut. Anjuran agar segera menyelenggarakan jenazah terdapat dalam hadits di mana Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺃَﺳْﺮِﻋُﻮْﺍ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨَﺎﺯَﺓِ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻚُ ﺻَﺎﻟِﺤَﺔً ﻓَﺨَﻴْﺮٌ ﻟَﻪُ ﻓَﺨَﻴْﺮٌ ﺗُﻘَﺪِّﻣُﻮْﻧَﻬَﺎ، ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻚُ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺸَﺮٌّ ﺗَﻀَﻌُﻮْﻧَﻪُ ﻋَﻦْ ﺭِﻗَﺎﺑِﻜُﻢْ</span></p>
<p>“Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.”</p>
<p>Demikian juga penjelasan ulama, apa yang tertinggal pada tubuh mayit, tidak perlu diangkat dan segera dikuburkan. Ibnu Qudamah Al-Maghdisi berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وإن جبر عظمه بعظم فجبر، ثم مات لم ينزع؛ إن كان طاهراً</span></p>
<p>“Apabila tulang (di dalam) dilapisi/ditutupi dengan bahan tulang lainnya kemudian ia meninggal maka tidak perlu dicabut jika benda tersebut suci.”</p>
<p><b>Kesimpulan:</b></p>
<p>Tidak perlu mengangkat IUD/AKDR (Alat kontraspesi dalam rahim) pada mayit wanita sebelum dikuburkan</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/7190-cara-kb-yang-mudah-dan-sederhana.html">Cara KB yang Mudah dan Sederhana</a></span></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/1055-keluarga-berencana-islami.html"><span style="color: #ff0000;">Keluarga Berencana yang Islami</span></a></li>
</ul>
<p>@ Yogyakarta Tercinta</p>
<p>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
 