
<p>Pertama, wanita menutup wajahnya bukanlah sesuatu yang aneh di zaman kenabian. Karena hal itu dilakukan oleh <em>ummahatul mukminin</em> (para istri Rasulullah) dan sebagian para wanita sahabat. Sehingga merupakan sesuatu yang disyariatkan dan keutamaan.</p>
<p><!--more--><br>
Kedua, membuka wajah juga dilakukan oleh sebagian sahabiah. Bahkan hingga akhir masa kehidupan Nabi <em>shallallahu ‘alaihin wa sallam</em>, dan berlanjut pada perbuatan wanita-wanita pada zaman setelahnya.</p>
<p>Ketiga, seorang muslim tidak boleh merendahkan wanita yang menutup wajahnya dan tidak boleh menganggapnya berlebihan.</p>
<p>Keempat, dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan kewajiban wanita untuk berhijab (menutupi diri dari laki-laki) dan berjilbab serta menutupi perhiasannya secara umum. Dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang tidak mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan aurat yang harus ditutup.</p>
<p>Inilah jawaban kami tentang masalah cadar bagi wanita. Mudah-mudahan kaum muslimin dapat saling memahami permasalahan ini dengan sebaik-baiknya. <em>Wallahu a’lam bishshawwab.</em></p>
<p>Baca Artikel Sebelumnya:<br>
Dalil yang <strong style="padding: 0px; margin: 0px;">mensunnahkan</strong> cadar adalah sebagai berikut:<br style="padding: 0px; margin: 0px;"><a style="color: #cc0066; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px;" rel="nofollow" href="https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-3.html" class="broken_link">https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-3.html</a><br style="padding: 0px; margin: 0px;"><a style="color: #cc0066; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px;" rel="nofollow" href="https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-4.html" class="broken_link">https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-4.html</a><br style="padding: 0px; margin: 0px;">Sedangkan dalil-dalil yang <strong style="padding: 0px; margin: 0px;">mewajibkan</strong> cadar adalah sebagai berikut:<br style="padding: 0px; margin: 0px;"><a style="color: #cc0066; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px;" rel="nofollow" href="https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1.html" class="broken_link">https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1.html</a><br style="padding: 0px; margin: 0px;"><a style="color: #cc0066; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px;" rel="nofollow" href="https://muslimah.or.id/112-hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-2.html">https://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-2.html</a></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br>
Sumber: Kumpulan tulisan ustadz Kholid Syamhudi<br>
Dipublikasikan kembali oleh www.muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 