
<h2>
<b>Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz </b><b><i>rahimahullahu Ta’ala</i></b>
</h2>
<p>Tidak boleh bersumpah atas nama ka’bah dan juga (makhluk) lainnya karena sabda Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></p>
<h3 style="text-align: right;"><b>مَنْ كَانَ حَالِفًا، فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ</b></h3>
<p><i>“Barangsiapa bersumpah hendak bersumpah, bersumpahlah dengan nama Allah atau hendaknya dia diam.” </i>Hadits ini disepakati keshahihannya <i>(muttafaqun ‘alaihi)</i>.</p>
<p>Demikian pula sabda Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></p>
<h3 style="text-align: right;"><b>مَنْ حَلَفَ بِشَيْءٍ دُونَ اللهِ، فَقَدْ أَشْرَكَ</b></h3>
<p><i>“Barangsiapa bersumpah dengan sesuatu selain Allah Ta’ala, sungguh dia telah berbuat kafir atau syirik.” </i>Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dengan sanad yang shahih, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab <i>radhiyallahu ‘anhuma.</i></p>
<p>Hadits-hadits berkaitan dengan hal ini sangatlah banyak. Dari kandungan hadits-hadits tersebut diketahui haramnya bersumpah dengan ka’bah, para Nabi, dan selain mereka yang merupakan bagian dari makhluk.</p>
<p>Adapun sumpah yang disyariatkan adalah bersumpah dengan hanya menyebut nama Allah <i>Ta’ala</i> saja atau dengan menyebut sifat-sifat-Nya. Misalnya dengan berkata, <i>“Wallaahi … “ </i>atau <i>“Billaahi … “ </i>atau <i>“Tallaahi, sungguh aku akan (atau tidak akan) mengerjakan hal ini.“ </i></p>
<p>Demikian pula, boleh bersumpah dengan selain menyebut <i>lafdzul jalalah</i> (yaitu Allah), misalnya dengan menyebut nama-nama Allah <i>Ta’ala</i> atau sifat-Nya, seperti Ar-Rahman, Ar-Rahiim, Maalik, Al-Mulk, <i>hayaatullah, ‘ilmullah </i>(ilmu Allah)<i>, </i>atau yang lainnya.<i>  </i></p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>banyak bersumpah dengan mengatakan,</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ</b></h3>
<p><i>“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya.”</i></p>
<p>Dan Allah-lah yang Maha pemberi taufik.</p>
<p>***</p>
<p>Selesai diterjemahkan di pagi hari, Rotterdam NL 24 Dzulqa’dah 1438/17 Agustus 2017</p>
<p>Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,</p>
<p>Penerjemah: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">Muhammad Saifudin Hakim</a><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or</a></p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<h6>Diterjemahkan dari: https://binbaz.org.sa/fatawa/50</h6>
 