
<h2><strong>Bekas Darah haid yang Menempel di Celana</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Ada seorang wanita, dia sudah membersihkan bekas haid yang ada di celananya, tapi gak bersih2. masih ada aja bekas darahnya, bahkan sampai kering. Nah.. bolehkh celana ini dipake ibadah? Apakah bekas darah itu najis?</em><br>
<!--more--><br>
Dari: Ana – Jateng</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p><a title="darah haid" href="https://konsultasisyariah.com/hukum-bekas-darah-haid-yang-menempel-di-celana" target="_blank"><strong>Darah haid</strong></a> hukumnya najis, karena itu wajib dicuci.</p>
<p>Jika sudah dicuci, bahkan dikucek, namun masih ada bekasnya, tidak masalah digunakan untuk shalat atau ibadah lainnya yang mempersyaratkan harus suci dari najis.</p>
<p>Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang seorang sahabat wanita yang bernama Khoulah bintu Yasar datang kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan bertanya,</p>
<p><em>“Wahai Rasulullah, saya hanya memiliki satu baju, dan ketika haid, saya mengenakan baju ini.”</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyarankan,</p>
<p class="arab">فإذا طهرت فاغسلي موضع الدم ثم صلي فيه</p>
<p><em>“Jika kamu telah suci, cucilah bekas yang terkena darah, kemudian gunakan baju itu untuk shalat.”</em></p>
<p>Khoulah bertanya lagi: “Ya Rasulullah, bagaimana jika bekasnya tidak hilang?”</p>
<p>Jawab Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p class="arab">يكفيك الماء ولا يضرك أثره</p>
<p><em>“Cukup kamu cuci dengan air, dan tidak usah pedulikan bekasnya.”</em> (HR. Abu Daud dan Baihaqi; disahihkan Albani).</p>
<p>Hukum semacam ini sejalan dengan kaidah umum dalam fikih,</p>
<p class="arab">المشقة تجلب التيسير</p>
<p><em>“Kesulitan membawa kemudahan”</em></p>
<p>Dan ini bagian dari kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah memberikan banyak keringanan dalam kesulitan yang tidak mungkin dihindari oleh para hamba-Nya. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</p>
<p><em>Dia sama sekali tidak menjadikan adanya kesempitan untuk kamu dalam agama</em> (QS. Al-Hajj: 78)</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baitss (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan pendidikan agama islam" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote>
<p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p>
</blockquote>
 