
<p dir="ltr"><i>Bismillahirrahmanirrahim</i>…</p>
<p dir="ltr">Ada dua pendapat ulama tentang hukum membaca <em>bismillah</em> (<em>basmalah</em>) ketika memulai wudu :</p>
<p dir="ltr"><b>Pertama</b>, wajib.</p>
<p dir="ltr">Pendapat ini dipegang oleh Imam Ahmad bin Hambal <em>rahimahullah</em>.</p>
<p dir="ltr">Berdalil dengan hadis,</p>
<p dir="ltr" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ</span></p>
<p dir="ltr">“Tidak ada wudu bagi yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam<em> Sahih At-Tirmidzi)</em></p>
<p dir="ltr"><b>Kedua</b>, sunnah.</p>
<p dir="ltr">Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur), di antaranya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.</p>
<p dir="ltr">Pendapat kedua ini tampaknya lebih kuat, karena alasan berikut,</p>
<p dir="ltr">1. Dalam hadis yang sahih, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda,</p>
<p dir="ltr" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">تَوَضَّأْ كَمَا أَمَرَكَ اللَّهُ</span></p>
<p dir="ltr">“Berwudulah sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadamu.” (HR. Tirmidzi no. 302. Dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani dalam <em>Sahih At-Tirmidzi</em> no. 247)</p>
<p dir="ltr">Wudu sebagaimana yang diperintahkan Allah, termaktub dalam surat Al-Maidah ayat 6,</p>
<p dir="ltr" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ</span></p>
<p dir="ltr">“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.” (QS. Al-Ma’idah: 6)</p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Berwudu yang diperintahkan pada ayat di atas adalah:</strong></span></p>
<ol>
<li dir="ltr">Membasuh wajah</li>
<li dir="ltr">Membasuh telapak tangan sampai siku.</li>
<li dir="ltr">Mengusap kepala.</li>
<li dir="ltr">Membasuh kaki sampai ke mata kaki.</li>
</ol>
<p dir="ltr">Tidak disebutkan perintah membaca <em>bismillah</em>. Sehingga <em>basmalah</em> tidak termasuk kewajiban dalam wudu.</p>
<p dir="ltr">2. Hadis dari sahabat Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau berkata,</p>
<p dir="ltr" style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّهَا لا تَتِمُّ صَلاةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَغْسِلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَيَمْسَحَ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ . .</span></p>
<p dir="ltr">“Salat kalian tidak akan sempurna sampai kalian menyempurnakan wudu kalian sebagaimana yang diperintahkan Allah ‘<em>azza wajalla</em>, dengan membasuh wajah serta tangan sampai ke siku, lalu mengusap kepala, kemudian mencuci kaki sampai ke mata kaki … “</p>
<p dir="ltr">Di hadis sahih ini juga tidak disebutkan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan membaca <em>bismillah</em> sebelum wudu. Ini menunjukkan bahwa bacaan <em>basmalah</em> ketika berwudu tidak wajib. (Lihat <em>As-Sunan Al-Baihaqi,</em> 1: 44)</p>
<p dir="ltr">3. Banyak para sahabat yang menceritakan cara berwudu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidak menyebutkan <em>bismillah</em>. Jika memang benar wajib, tentu mereka akan sebutkan. (Lihat <em>Syarah Al-Mumti’,</em> 1: 130)</p>
<p dir="ltr">Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syekh Muhammad bin Ibrahim dan Syekh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin <em>rahimahumallah</em>. (Lihat <em>Fatawa Syekh Muhammad bin Ibrahim,</em> 2: 39; <em>Syarah Al-Mumti’,</em> 1: 130 &amp; 300)</p>
<p dir="ltr">Adapun hadis yang dijadikan dalil oleh pendapat pertama, yang menyatakan wajibnya <em>bismillah</em> ketika mau berwudu, hadis tersebut dinilai <em>dha’if</em> oleh banyak ulama. Seperti Imam Ahmad, Al-Baihaqi, An-Nawawi, dan Al-Bazzar. (Lihat <em>Al-Mughni,</em> 1: 145; <em>Sunan Al-Kubro</em> karya Imam Baihaqi, 1: 43; <em>Al-Majmu’ Syarah Al-Muhazzab,</em> 1: 343; <em>Talkhis Al-Khabir,</em> 1: 72)</p>
<p dir="ltr">Kalaupun hadis tersebut sahih, maka maknanya bukan wudu tidak sah. Tapi maknanya adalah wudu yang tidak diawali <em>basmalah</em>, kurang sempurna. Sehingga jika seorang berwudu tidak memulai dengan <em>bismillah</em>, ia tidak berdosa dan wudu tetap sah.</p>
<p dir="ltr"><em>Wallahu a’lam bis showab</em>.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59687-hukum-menyentuh-mushaf-tanpa-berwudhu.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Menyentuh Mushaf Tanpa Berwudhu</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58557-makan-dan-minum-bukanlah-pembatal-wudhu.html" data-darkreader-inline-color="">Makan dan Minum Bukanlah Pembatal Wudhu</a></strong></li>
</ul>
</div>
<div dir="auto">
<p dir="ltr">***</p>
<p dir="ltr">Diringkas dari artikel ilmiah di situs <a href="http://islamqa.info/" target="_blank" rel="noopener" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://islamqa.info&amp;source=gmail&amp;ust=1617800417331000&amp;usg=AFQjCNEpCWP0w2w0Fob5vEALi3mdKvWiOA">islamqa.info</a>, berjudul : <a href="https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/21241" target="_blank" rel="noopener" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/21241&amp;source=gmail&amp;ust=1617800417331000&amp;usg=AFQjCNEkQGoV6bRqkuEQKI-b4HohAljpTQ">حكم التسمية في الوضوء</a></p>
<p dir="ltr">___</p>
<p dir="ltr"><strong>Oleh :<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/aanshori" data-darkreader-inline-color=""> Ahmad Anshori</a></span></strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Artikel : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id/" target="_blank" rel="noopener" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://Muslim.or.id&amp;source=gmail&amp;ust=1617800417331000&amp;usg=AFQjCNHfNRqrPoRVAgZHLwvZP5DQQFO27g" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
</div>
<div class="yj6qo"></div>
<div class="adL"></div>
 