
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/534728493&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Hujan Lebat Boleh Tidak Sholat Jama’ah?</strong></h2>
<p><em>Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalamu ‘ala Rasulillah, waba’du.</em></p>
<p>Sholat berjama’ah adalah kewajiban bagi laki-laki yang mampu, berdasarkan pendapat ulama yang kuat (rajih) diantara dua pendapat yang ada dalam masalah ini.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca : <a href="https://konsultasisyariah.com/1388-bagaimana-hukum-sholat-berjamaah.html" target="_blank" rel="noopener">Bagaimana Hukum Shalat Jamaah?</a></strong></p>
<p>Namun sholat berjama’ah meskipun wajib, dapat gugur pada kondisi-kondisi tertentu, diantaranya : pada saat hujan lebat. Ukuran lebatnya adalah, saat hujan dapat membasahi baju.</p>
<p>Hal ini berdasarkan firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p class="arab">وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ</p>
<p><em>Allah tidak menjadikan agama ini sebagai kesukaran untukmu</em>. (QS. Al-Haj : 78)</p>
<p>Imam Ibnu Qudamah rahimahullah menerangkan dalam kitab “Al-Mughni” (1/366),</p>
<p class="arab">وَيُعْذَرُ فِي تَرْكِ الجمعة والجماعة بِالْمَطَرِ الَّذِي يَبُلُّ الثِّيَابَ , وَالْوَحْلِ الَّذِي يَتَأَذَّى بِهِ فِي نَفْسِهِ وَثِيَابِهِ</p>
<p>“Boleh tidak sholat Jumat dan sholat berjama’ah karena hujan yang dapat membasahi pakaian. Demikian pula karena lumpur yang dapat membahayakan diri dan pakaiannya.</p>
<p>Kemudian beliau menyampaikan dalil yang mendukung penjelasan ini.</p>
<p>Abdullah bin Abbas pernah berpesan kepada muazin beliau di hari ketika turun hujan,</p>
<p class="arab">إذَا قُلْت : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، فَلَا تَقُلْ : حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ،</p>
<p>“Jika kamu mengucapkan : Asy-hadu alla ilaa ha illallah,<br>
jangan lanjutkan mengucapkan : Hayya ‘alas Sholah (mari kita mengerjakan sholat).</p>
<p>Tapi gantilah dengan lafal : <strong><em>Shollu fi buyuutikum (sholatlah di rumah-rumah kalian)</em></strong>.”</p>
<p>Melihat arahan ini, masyarakat ketika itu seakan belum bisa menerima.</p>
<p>Ibnu Abbas kemudian menanggapi,</p>
<p class="arab">أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَلِكَ ؟ لَقَدْ فَعَلَ ذَلِكَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي (يعني الرسول صلى الله عليه وسلم ) , إنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ , وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّحَضِ “</p>
<p>Apakah kalian heran dengan arahan ini?!</p>
<p>Sungguh seperti ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku, (yakni Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>).</p>
<p>Sesungguhnya Jumatan itu wajib, namun saya tidak suka membiarkan kalian keluar berjalan di lumpur atau tempat yang licin. (Riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Oleh karenanya, Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> memerintahkan muazin beliau di malam cuaca sangat dingin atau hujan lebat, untuk mengucapkan,</p>
<p class="arab">ألا صَلُّوا في الرِّحالِ</p>
<p><em>Silahkan sholat di rumah kalian…</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Saat menerangkan ungkapan di Zadul Mustaqni’ (kitab Fikih pemula dalam mazhab Hambali) yang berbunyi,</p>
<p class="arab">( أو أذى بمطر أو وحل )</p>
<p>… atau karena hujan dan tanah berlumpur.</p>
<p>Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menerangkan,</p>
<p class="arab">وهذا نوعٌ عاشرٌ مِن أعذارِ تَرْكِ الجُمُعةِ والجماعةِ</p>
<p>Ini (hujan lebat dan jalan berlumpur) adalah uzur ke 10 diantara uzur-uzur yang membolehkan tidak Jum’atan dan sholat jama’ah.</p>
<p class="arab">فإذا نزل عليها المطر حصل فيها الوَحْلُ والزَّلَقُ ، فيتعبُ الإِنسانُ في الحضور إلى المسجدِ ، فإذا حصلَ هذا فهو معذورٌ ،</p>
<p>Jika hujan, “lanjut beliau, menyebabkan tanah berlumpur dan licin, sampai merepotkan pejalan kaki menuju masjid, maka kondisi seperti ini diantara uzur boleh tidak sholat berjama’ah.” (Lihat : Syarah Mumti’ 4/317 )</p>
<p>Artinya, meski hujan telah berhenti, kemudian didapati kondisi jalan ke masjid berlumpur / becek, sampai sangat merepotkan, maka uzur tidak sholat berjama’ah tetap ada. Jika tidak, maka uzur boleh tidak sholat berjama’ah telah gugur.</p>
<p><em>Wallahua’lam bis showab.</em></p>
<p><strong>Di sadur dari : islamqa.info, secara ringkas dan sedikit penyesuaian.</strong></p>
<p>***</p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc (Pengasuh PP. Hamalatul Quran, DIY)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 