
<p><span style="font-weight: 400;">Pernahkan terjadi pada anda? Ketika selesai shalat wajib berjamaah, kawan di sebelah anda meminta untuk bertukar tempat untuk shalat sunnah? Sebagian orang mungkin ada yang bingung, mengapa harus bertukar tempat?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diketahui bahwa kawan yang meminta tukar tempat tersebut berkeyakinan bahwa adanya sunnah yaitu pindah tempat untuk melakukan shalat sunnah setelah melakukan shalat wajib. Hal ini bertujuan <strong>untuk memisahkan/membedakan antara shalat wajib dan shalat sunnah, sehingga tidak terkesan bersambung dari shalat wajib ke shalat sunnah.</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/20553-fatwa-ulama-apakah-shalat-sunnah-diputus-ketika-sudah-iqamat.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Shalat Sunnah Diputus Ketika Sudah Iqamat?</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang menjadi “sedikit” masalah adalah sebagian jamaah belum tentu tahu bahwa ada sunnah seperti ini, sehingga merasa kaget, merasa aneh atau merasa tidak nyaman. Tentu perlu bijak menerapkan sunnah ini. Solusinya apabila di sebalah kita kurang paham atau kita berada di masjid yang jamaahnya belum paham adalah sebagai berikut:</span></p>
<p><strong>[1] Bergeser sedikit dari tempat shalat shalat kita, baik itu maju sedikit atau mundur sedikit karena maksud dari sunnah ini adalah agar kita membedakan (memisahkan) antara shalat wajib dan shalat sunnah yaitu dipisah dengan gerakan walaupun sedikit</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">An-Nawawi menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قال أصحابنا فإن لم يرجع إلى بيته وأراد التنفل في المسجد يستحب أن ينتقل عن موضعه قليلاً لتكثير مواضع سجوده </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ulama madzhab kami mengatakan, apabila seseorang tidak langsung pulang ke rumahnya (setelah shalat wajib) dan ingin shalat sunah di masjid, dianjurkan untuk bergeser sedikit dari tempat shalatnya, agar memperbanyak tempat sujudnya.”<strong> [Al-Majmu’, 3:491]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/13179-soal-276-menggabungkan-niat-dua-shalat-sunnah.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Menggabungkan Niat Dua Shalat Sunnah?</a></strong></p>
<p><strong>[2] Berbicara sedikit (berbicara hal yang bermanfaat) untuk membedakan/memisahkan antara shalat wajib dan shalat sunnah (tidak perlu bergeser), karena ada ulama yang berpendapat demikian.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">والسنة أن يفصل بين الفرض والنفل في الجمعة وغيرها، كما ثبت عنه في الصحيح أنه صلى الله عليه وسلم نهى أن توصل صلاة بصلاة حتى يفصل بينهما بقيام أو كلام</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Termasuk sunnah adalah memisahkan (membedakan) antara shalat wajib dan shalat sunnah ketika shalat jamaah dan lain-lain, sebagaimana terdapat nash shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melarang menyambung shalat dengan shalat lainnya sampai dipisahkan (dibedakan) dengan berdiri (bergeser) atau berbicara.” <strong>[Al-Fatawa Al-Kubra 2/395]</strong></span></p>
<p><strong>[3] Membedakan/memisah shalat wajib dengan shalat sunnah dengan cara terbaik yaitu shalat sunnah di rumah baik itu qabliyah maupun ba’diyyah</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وعلى هذا فالأفضل أن تفصل بين الفرض والسنة، لكن هناك شيء أفضل منه، وهو أن تجعل السنة في البيت؛ لأن أداء السنة في البيت أفضل من أدائها في المسجد، حتى المسجد الحرام</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Oleh karena itu yang paling baik adalah engkau memisahkan antara shalat wajib dan shalat sunnah, akan tetapi ada yang lebih baik dari hal tersebut yaitu engkau shalat sunnah di rumah karena shalat sunnah di rumah lebih baik daripada di masjid walaupun itu masjidil haram.” <strong>[Majmu’ Fatawa wa Rasail, bab shalat tathawwu’]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/12233-soal-233-kapan-batas-waktu-shalat-sunnah-badiyah.html" data-darkreader-inline-color="">Kapan Batas Waktu Shalat Sunnah Ba’diyah?</a></strong></p>
<p><strong>[4] Sebagian ulama lagi berpendapat bahwa pemisah antara shalat wajib dan sunnah adalah salam dari shalat wajib, itu sudah cukup sehingga tidak perlu bergeser sedikit ataupun berbicara. Dalam hal ini memang ada perbedaan pendapat ulama yang merupakan ikhtilaf mu’tabar sehingga kita harus saling lapang dada menerima perbedaan ini.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berikut kami jelaskan dalil bagi mereka yang berpendapat bahwa perlu pindah sedikit/bergeser setelah shalat wajib ketika akan melakukan shalat sunnah dengan tujuan memisahkannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ، أَوْ يَتَأَخَّرَ، أَوْ عَنْ يَمِينِهِ، أَوْ عَنْ شِمَالِهِ فِي الصَّلَاةِ، يَعْنِي فِي السُّبْحَةِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apakah kalian tidak mampu untuk maju atau mundur, atau geser ke kanan atau ke kiri ketika shalat.” Maksud beliau: “shalat sunah”. <strong>[HR. Abu Daud &amp; Ibnu Majah, dishahihkan al-Albani]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa sahabat juga memerintahkan agar pindah dari tempat shalat wajibnya. Ibnu Umar berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَا يَتَطَوَّعُ حَتَّى يَتَحَوَّلَ مِنْ مَكَانِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ الْفَرِيضَةَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hendaknya tidak melakukan shalat sunah, sampai berpindah dari tempat yang digunakan untuk shalat wajib.” <strong>[HR. Ibnu Abi Syaibah]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian juga riwayat dari dari Nafi bin Jubair, beliau langsung shalat sunnah setelah shalat Jumat. Kemudian Muawiyah berkata kepada beliau,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَا تَعُدْ لِمَا صَنَعْتَ، إِذَا صَلَّيْتَ الْجُمُعَةَ، فَلَا تَصِلْهَا بِصَلَاةٍ حَتَّى تَكَلَّمَ، أَوْ تَخْرُجَ، فَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِذَلِكَ، أَنْ «لَا تُوصَلَ صَلَاةٌ بِصَلَاةٍ حَتَّى يَتَكَلَّمَ أَوْ يَخْرُجَ»</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jangan kau ulangi perbuatan tadi. Jika kamu selesai shalat Jumat, jangan disambung dengan shalat yang lainnya, sampai berbicara atau keluar masjid. Karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan hal itu. Beliau bersabda:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jangan kalian sambung shalat wajib dengan shalat sunah, sampai kalian bicara atau keluar.” <strong>[HR. Muslim &amp; Abu Daud]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/4602-tuntunan-shalat-sunnah-rawatib.html" data-darkreader-inline-color="">Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 19pt;"><b>Tambahan Faidah:</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian ulama menyebutkan bahwa hikmah berpindah tempat adalah agar banyak tanah bumi yang dijadikan termpat sujud, karena bumi akan bersaksi di hari kiamat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala,</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” <strong>[QS. Az-Zalzalah: 4]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ar-Ramli berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ويسن أن ينتقل للنفل أو الفرض من موضع فرضه أو نفله إلى غيره تكثيراً لمواضع السجود ، فإنها تشهد له</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Disunnahkan untuk berpindah dari tempat shalat sunnah atau wajib dari tempat shalat wajibnya untuk memperbanyak tempat sujud karena bumi akan bersaksi baginya.”<strong> [1/552]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/1535-keutamaan-shalat-sunnah-rawatib.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47645-beberapa-shalat-yang-dianjurkan-dikerjakan-secara-ringkas.html" data-darkreader-inline-color="">Beberapa Shalat yang Dianjurkan Dikerjakan Secara Ringkas</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau seribu masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 