
<p>Banyak mitos yang beredar di masyarakat kita terkait dengan kejadian <em>tidak dilepasnya tali pocong mayit</em> ketika dimakamkan sehingga bisa langsung bersentuhan dengan tanah karena lupa. Ada yang bilang bahwa itulah penyebab adanya <em>arwah gentayangan</em>. Ini jelas <strong>mitos </strong>alias <em>khurafat </em>yang tidak berdasar dan akidah mengada-ada yang dimasukkan oleh sebagian orang Islam ke dalam ajaran Islam. Lantas apa sih hukum sebenarnya dari melepas tali pocong mayit ketika hendak dimakamkan? Wajib kah?</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter" title="tali" src="https://ustadzaris.com/wp-content/uploads/2011/01/tali-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193"></p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">سئل الشيخ حمد بن عبد العزيز: عن كشف الكفن عن وجه الميت؟</p>
<p>Syaikh Hamd bin Abdul Aziz pernah mendapat pertanyaan mengenai hukum menyingkap kain kafan yang menutupi wajah mayit saat pemakaman?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فأجاب: لم يبلغني فيه شيء، ولكن الظاهر أن الأمر فيه واسع، إن كشف عنه فلا بأس وإن ترك فكذلك.</p>
<p>Jawaban beliau, “Tidak ada satu pun yang kuketahui tentang masalah ini. Kesimpulan yang tepat dalam masalah ini adalah <em>adanya kelonggaran dalam masalah ini</em>. <strong>Jika tali pocong dilepas sehingga wajah mayit tersingkap hukumnya tidak mengapa. Sebaliknya jika dibiarkan begitu saja hukumnya juga tidak mengapa</strong>”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">سئل الشيخ عبد الله أبا بطين: عن رفع اليدين حال القيام على القبر بعد الدفن؟</p>
<p>Syaikh Abdullah Abu Buthain ditanya mengenai hukum mengangkat kedua tangan dalam posisi berdiri dalam rangka mendoakan mayit yang baru saja dimakamkan.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فأجاب: ثبت في سنن أبي داود: ” أنه صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت قال: قفوا على صاحبكم واسألوا له التثبيت واستغفروا له، فإنه الآن يسأل ” ؛</p>
<p>Jawaban beliau, “Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>jika selesai memakamkan mayit bersabda, “<em>Berdirilah kalian, mintakan untuk mayit ini kemampuan menjawab pertanyaan malaikat dengan baik dan mohonkanlah ampunan untuknya sesungguhnya dia saat ini sedang ditanyai oleh malaikat</em>”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فهذا هو المسنون: أن يستغفر له ويسأل له التثبيت، وأما رفع الأيدي في تلك الحال فلا أراه، لعدم وروده.</p>
<p>Inilah yang sesuai dengan sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>, setelah mayit dimakamkan kita doakan dia agar mendapatkan ampunan dari Allah dan diberi kemampuan untuk menjawab pertanyaan malaikat dengan baik. Mengangkat tangan saat berdoa ketika itu menurutku <em>jangan dilakukan karena tidak ada dalil yang menganjurkannya</em>”</p>
<p>[ad Durar as Saniyyah fi al Ajwibah an Najdiyyah juz kelima hal 85, cetakan kelima 1414H].</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>
 