
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Assalamu’alaikum</p>
<p>Ana perempuan berusia 30 tahun. Saya punya <strong>penyakit jantung bawaan lahir</strong>. Keluhan saya cuma sesak (seperti orang asma) bila batuk, selain itu saya normal. Yang mau saya tanyakan:</p>
<p>1. Haruskah saya jujur tentang penyakit saya kepada calon suami saya kelak? Kalau harus jujur kapan waktu yang tepat untuk jujur, pada saat nazhor, khitbah, atau kapan?</p>
<p>2. Haruskah saya menutupinya dengan resiko calon suami bisa saja marah/menuduh saya pembohong?<br>
<!--more--><br>
Mohon jalan keluar untuk saya dari Ustadz. <em>Jazakumullah khair</em>.</p>
<p>Assalamu’alaikum</p>
<p>Dari: Fulanah</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br>
Wassalamu’alaukum</p>
<p>Penyakit yang tidak menghalangi atau mengganggu hubungan badan tidak harus disampaikan.<br>
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Saudari.</p>
<p>Wassalamu’alaikum</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br>
<strong> Artikel <a title="jujur pada calon suami" href="https://konsultasisyariah.com/harus-jujurkah-kepada-calon-suami-tentang-penyakit" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 