
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah jual beli lelang itu termasuk membeli barang yang akan dibeli oleh orang lain yang terlarang dalam syariat?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Syekh Shalih Al-Fauzan, “Menawar barang yang ditawar oleh orang lain, hukumnya perlu dirinci dengan dua rincian.</p>
<p>Pertama, jika lelang masih dibuka dan masih diumumkan siapakah yang  mau menawar dengan harga yang lebih tinggi, maka tidaklah mengapa  menawar barang tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari harga  penawaran orang sebelumnya. Dikarenakan adanya penawaran yang lebih  tinggi itulah yang diharapkan oleh penjual sehingga penambahan harga pun  masih dibuka selebar-lebarnya.</p>
<p>Nabi pernah mengatakan, “Siapa yang berani (menawar) dengan harga  yang lebih tinggi” (HR Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Anas bin  Malik) dalam satu lelang yang beliau pimpin sendiri.</p>
<p>Kedua, jika penawaran sudah berakhir sehingga pemilik barang atau  wakilnya memutuskan untuk menjual barang tersebut kepada seseorang, maka  tidak boleh lagi bagi siapa pun untuk mengajukan penawaran. Nabi <em>shalallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">ولا يسم على سوم أخيه</p>
<p>“Tidak boleh menawar barang yang sudah ditawar oleh sesama muslim.” (HR Bukhari dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah).</p>
<p><em>Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan</em> juz 5 hal 203 no fatwa 308.</p>
<p><strong>Artikel <a href="">www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 