
<p>Teks hadits:</p>
<p class="arab">إذا حُدِّثتُم عني حديثًا يوافقُ الحقَّ فخذوا به ، حَدَّثتُ به أو لم أُحَدِّثْ به</p>
<p>“<em>Apabila kalian meriwayatkan dariku sebuah hadits yang sesuai dengan kebenaran, maka ambillah, baik saya katakan ataupun tidak</em>”</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al Uqoili dalam <em>Adh Dhu’afa</em>, Ibnu Hazm dalam <em>Al Ahkam</em> (2/78) dari jalan Asy’ats bin Buroz dari Qotadah dari Abdulloh bin Syaqiq dari Abu Huroiroh secara <em>marfu</em>‘</p>
<p><strong>Derajat hadits</strong></p>
<p>Berkata Ibnu Hazm: “Asy’ats adalah seorang pendusta”. Berkata Ibnul Jauzi: “Yahya (bin Ma’in) mengatakan: Hadits ini dibuat oleh kaum Zindiq”. Berkata Al Khothobi: “Tidak ada asal-usulnya”. Adz Dzahabi mengatakan: “hadits ini munkar jiddan”.</p>
<p> </p>
<p>[disalin dari buku “<em>Hadits Lemah dan Palsu Yang Populer Di Indonesia</em>” hal. 85-86, karya Ust. Ahmad Sabiq <em>hafizhahullah</em>]</p>
<p> </p>
<p>Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 