
<p>Dikeluarkan oleh Abdul Karim Ar Rafi’i Asy Syafi’i dalam kitab <em>At Tadwin fii Akhbari Qazwiin</em> (1134),</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ الْمَرْزُبَانُ بِقَزْوِينَ ، ثَنَا أَحْمَد بْنُ الْخَضِرِ الْمَرْزِيُّ ، ثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ إبراهيم الْبُوشَنْجِيُّ ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ ، ثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ عَبْيدِ اللَّهِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اسْتَفْرِهُوا ضَحَايَاكُمْ ، فَإِنَّهَا مَطَايَاكُمْ عَلَى الصِّرَاطِ</p>
<p>“<span style="text-decoration: underline;">Abu Muhammad Abdullah Al Marzuban</span> di Qazwin menuturkan kepadaku, <span style="text-decoration: underline;">Ahmad bin Al Hadr Al Marziy</span> menuturkan kepadaku, <span style="text-decoration: underline;">Abdul Hamid bin Ibrahim Al Busyanji</span> menuturkan kepadaku, <span style="text-decoration: underline;">Muhammad bin Bakr</span> menuturkan kepadaku, <span style="text-decoration: underline;">Abdullah bin Al Mubarak</span> menuturkan kepadaku, <span style="text-decoration: underline;">Yahya bin ‘Ubaidillah</span> menuturkan kepadaku, dari <span style="text-decoration: underline;">ayahnya</span>, dari <span style="text-decoration: underline;">Abu Hurairah</span> <em>radhiallahu’anhu</em>, ia berkata, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p>‘<em>Perbaguslah hewan <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">qurban</a> kalian, karena dia akan menjadi tunggangan kalian melewati shirath</em>‘”</p>
<p>juga dikeluarkan oleh Al Dailami dalam <em>Musnad Al Firdaus</em> (268).</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Derajat hadits</span></h4>
<p>Riwayat ini sangat lemah, karena adanya beberapa perawi yang lemah:</p>
<ol>
<li>Abdul Hamid bin Ibrahim Al Busyanji, dikatakan oleh Abu Zur’ah dan Abu Hatim: “ia tidak kuat hafalannya dan tidak memiliki kitab”. An Nasa’i mengatakan: “ia tidak tsiqah”. Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan: “ia <em>shaduq</em>, namun kitab-kitabnya hilang sehingga hafalannya menjadi buruk”. Maka Abdul Hamid bin Ibrahim bisa diambil periwayatannya jika ada <em>mutaba’ah</em>.</li>
<li>Yahya bin ‘Ubaidillah Al Qurasyi, dikatakan oleh Imam Ahmad: “munkarul hadits, ia tidak tsiqah”. An Nasa’i berkata: “matrukul hadits”. Ibnu Abi Hatim mengatakan: “dha’iful hadits, munkarul hadits, jangan menyibukkan diri dengannya”. Ibnu Hajar mengatakan: “Yahya sangat lemah”. Adz Dzahabi berkata: “para ulama menganggapnya lemah”. Sehingga Yahya bin ‘Ubaidillah ini sangat lemah atau bahkan <em>matruk</em>.</li>
<li>‘Ubaidillah bin Abdillah At Taimi, Abu Hatim berkata: “ia shalih”. Al Hakim mengatakan: “shaduq”. Imam Ahmad mengatakan: “ia tidak dikenal, dan memiliki banyak hadits munkar”. Asy Syafi’i berkata: “kami tidak mengenalnya”. Ibnu ‘Adi berkata: “<em>hasanul hadits</em>, haditsnya ditulis”. Ibnu Hajar berkata: “<em>maqbul</em>“, dan ini yang tepat <em>insya Allah</em>. Maka ‘Ubaidillah ini hasan hadist-nya jika ada <em>mutaba’ah</em>.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian jelaslah bahwa hadits ini <strong>sangat lemah</strong>. Sebagaimana dikatakan oleh para ulama seperti Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani dalam <em>Talkhis Al Habir</em> (2364), As Sakhawi dalam <em>Maqasidul Hasanah</em> (114), Al Munawi dalam <em>Faidhul Qadir</em> (1/496), As Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir (992), Az Zarqani dalam <em>Mukhtashar Al Maqashidil Hasanah</em> (96), Al Ajluni dalam <em>Kasyful Khafa</em> (1/133), Al Albani dalam <em>Silsilah Adh Dha’ifah</em>  (74), serta para ulama yang lain.</p>
<p>Memang terdapat lafadz lain,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">عظِّموا ضحاياكم ، فإنها على الصراطِ مطاياكم</p>
<p>“<em>Perbesarlah hewan <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">qurban</a> kalian, karena dia akan menjadi tunggangan kalian melewati shirath</em>”</p>
<p>Namun Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani setelah membawakan hadits ini beliau berkata,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لَمْ أَرَهُ، وَسَبَقَهُ إلَيْهِ فِي الْوَسِيطِ، وَسَبَقَهُمَا فِي النِّهَايَةِ، وَقَالَ مَعْنَاهُ: إنَّهَا تَكُونُ مَرَاكِبَ الْمُضَحِّينَ، وَقِيلَ: إنَّهَا تُسَهِّلُ الْجَوَازَ عَلَى الصِّرَاطِ، قَالَ ابْنُ الصَّلَاحِ: هَذَا الْحَدِيثُ غَيْرُ مَعْرُوفٍ وَلَا ثَابِتٌ فِيمَا عَلِمْنَاهُ</p>
<p>“<span style="text-decoration: underline;">aku tidak pernah melihat (sanad) nya</span>. Hadits ini ada di <em>Al Wasith</em> (karya Al Ghazali) dan kedua hadits tersebut ada di <em>An Nihayah</em> (karya Al Juwaini). Mereka mengatakan tentang maknanya: ‘bahwa hewan <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">kurban</a> akan menjadi tunggangan bagi orang yang <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">berkurban</a>‘. Juga ada yang mengatakan maknanya, ia akan memudahkan orang yang <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">berkurban</a> untuk melewati <em>shirath</em>. Ibnu Shalah berkata: ‘<span style="text-decoration: underline;">hadits ini tidak dikenal</span>, dan sepengetahuan saya tidaklah shahih'” (<em>Talkhis Al Habir</em>, 2364).</p>
<p>Ibnu Mulaqqin berkata,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لا يحضرني من خرجه بعد البحث الشديد عنه</p>
<p>“tidak aku dapatkan siapa yang mengeluarkan hadits ini walaupun sudah aku cari dengan sangat gigih” (<em>Badrul Munir</em>, 9/273).</p>
<p>Oleh karena itu Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengatakan, “tidak ada asal-usulnya dengan lafadz ini” (<em>Silsilah Adh Dha’ifah</em>, 74).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://muslim.or.id/22622-hadits-lemah-tidak-perhatian-pada-urusan-umat-bukan-golongan-mereka.html">Hadits Lemah: Tidak Perhatian Pada Urusan Umat, Bukan Golongan Mereka</a></strong></p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Kesimpulan</span></h4>
<p>Hadits yang menyatakan bahwa hewan <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">qurban</a> akan menjadi tunggangan melewati <em>shirath</em> tidak shahih, bahkan sangat lemah. Ibnul ‘Arabi dalam Syarah Sunan At Tirmidzi mengatakan:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ليس في الأضحية حديث صحيح</p>
<p>“tidak ada hadits yang shahih mengenai keutamaan hewan <a href="http://pedulimuslim.com/tag/qurban/">qurban</a>” (dinukil dari <em>Kasyful Khafa</em>, 1/133).</p>
<p>Maka keyakinan tersebut tidaklah didasari landasan yang shahih sehingga tidaklah dibenarkan.</p>
<p><em>Wallahu ta’ala a’lam.</em></p>
<p>—</p>
<p><strong>Penulis: Yulian Purnama</strong></p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 