
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2017/11/Buletin-Arbain-Hadits-02-03-Cakupan-Rukun-Iman.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2017/11/Buletin-Arbain-Hadits-02-03-Cakupan-Rukun-Iman.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
<p> </p>
<p>Kali ini melanjutkan rincian dari rukun iman secara singkat.</p>
<p>Lanjutan dari hadits Umar bin Al-Khathab <em>radhiyallahu ‘anhu</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ : صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ</p>
<p>Orang itu berkata, “Engkau benar.” Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 8)</p>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Allah</h3>
<p>Beriman kepada Allah mencakup empat hal:</p>
<ol>
<li>Beriman kepada wujud Allah. Barangsiapa mengingkari keberadaan Allah, maka dia bukan orang yang beriman. Namun tidak mungkin ada orang yang mengingkari wujud Allah <em>Ta’ala </em>sampai pun Fir’aun sebagaimana Nabi Musa pernah berkata padanya (yang artinya), “<em>Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata.” </em>(QS. Israa’: 102)</li>
<li>Beriman kepada <em>rububiyah</em> Allah yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb sebagai Pencipta, Pemberi Rezeki, Pemilik dan Pengatur alam semesta.</li>
<li>Beriman kepada <em>uluhiyah</em> Allah yaitu meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak diibadahi, segala ibadah hanya boleh ditujukan pada Allah.</li>
<li>Beriman kepada nama dan sifat Allah yang menetapkan apa yang ditetapkan-Nya untuk diri-Nya dalam Al-Qur’an dan dalam sunnah Rasul-Nya dengan penetapan yang layak bagi Allah tanpa melakukan <em>tahrif</em> (penyelewengan), <em>ta’thil</em> (penolakan), <em>takyif</em> (menyatakan hakikat), dan <em>tamtsil</em> (memisalkan dengan makhluk).</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Malaikat</h3>
<p>Malaikat adalah makhluk ghaib. Malaikat diciptakan dari cahaya. Malaikat tidaklah makan dan minum. Malaikat merupakan makhluk yang padat tanpa berongga. Malaikat itu bergolong-golongan, dan tugas mereka pun bermacam-macam sesuai dengan hikmah Allah.</p>
<p>Beriman kepada malaikat mencakup beberapa perkara:</p>
<ol>
<li>Beriman pada nama-nama mereka yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui.</li>
<li>Ada malaikat yang memiliki nama dan tugas tertentu:</li>
</ol>
<ul>
<li>Jibril ditugaskan menyampaikan wahyu kepada para Rasul-Nya yang turun dari sisi Allah.</li>
<li>Mikail ditugaskan mengurus hujan dan tumbuhan bumi.</li>
<li>Israfil ditugaskan meniup sangkakala.</li>
<li>Malik yaitu malaikat penjaga neraka.</li>
<li>Ridwan yaitu malaikat penjaga surga.</li>
<li>Munkar dan Nakir yang bertugas menanyai mayit dalam kubur.</li>
<li>Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa. Penyebutan dengan Izra’il tidak memiliki dalil pendukung dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih.</li>
<li>Malaikat yang bertugas mencatat setiap amal perbuatan manusia, sifatnya adalah <em>raqib</em> (selalu mengawasi) dan ‘<em>atid</em> (selalu hadir).</li>
<li>Malaikat yang bertugas berkeliling ke majelis ilmu dan majelis dzikir.</li>
<li>Malaikat yang bertugas menemui orang beriman pada hari kiamat.</li>
<li>Malaikat yang bertugas memberi perhormatan pada penduduk surga.</li>
<li>Malaikat yang bertugas mengaminkan orang yang berdoa pada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.</li>
<li>Malaikat yang bertugas mendoakan di pagi hari bagi yang rajin bersedekah (mengeluarkan nafkah) dan doa jelek bagi yang malas.</li>
<li>Harut dan Marut dalam kisah Sulaiman seperti disebut dalam surah Al-Baqarah ayat 102.</li>
</ul>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Kitab Allah</h3>
<p>Beriman kepada kitab Allah mencakup beberapa perkara:</p>
<ol>
<li>Mengimani bahwa Allah <em>Ta’ala</em> telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada setiap Rasul, dan kitab-kitab itu berasal dari sisi Allah. Tetapi kita tidak mengimani bahwa kitab-kitab selain Al-Qur’an yang ada pada umat-umat sekarang berasal dari Allah karena telah terjadi penyimpangan dan perubahan.</li>
<li>Mengimani kebenaran pemberitaan di dalamnya, seperti kabar-kabar Al-Qur’an dan kabar-kabar yang ada pada semua kitab terdahulu yang belum dirubah atau diselewengkan.</li>
<li>Mengimani hukum-hukum yang terdapat dalam semua kitab terdahulu yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Jadi syariat terdahulu yang tidak bertentangan dengan syariat kita merupakan syariat kita juga.</li>
<li>Kita mengimani nama-nama seluruh kitab yang telah kita ketahui seperti Al-Qur’an, Taurat, Injil, Zabur serta Shuhuf (lembaran) Ibrahim dan Musa.</li>
<li>Al-Qur’an adalah penyempurna dan penghapus kitab-kitab sebelumnya yang pernah ada.</li>
<li>Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah). Diturukan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan dalam hati sayyidul mursalin (Nabi Muhammad) dengan bahasa Arab yang terang. Al-Qur’an diturunkan dari Allah dan bukan makhluk.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Rasul</h3>
<p>Nabi adalah seseorang yang diberi wahyu berupa syari’at dan diperintahkan untuk mengamalkannya, tetapi tidak diperintahkan untuk mendakwahkannya. Sedangkan Rasul diutus untuk menyampaikan risalah yang bertentangan dengan kondisi umatnya.</p>
<p>Beriman kepada Rasul mencakup beberapa perkara:</p>
<ol>
<li>Beriman pada seluruh rasul tidak membeda-bedakannya karena Rasul adalah penyampai wahyu dari Allah pada hamba. Mengufuri sebagian Rasul sama seperti mengufuri lainnya.</li>
<li>Beriman pada Nabi pertama adalah Adam dan Rasul pertama adalah Nuh.</li>
<li>Meyakini ada rasul yang paling utama adalah dari kalangan ulul ‘azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.</li>
<li>Ajaran para rasul itu sama yaitu menyerukan untuk mentauhidkan Allah dan meninhggalkan kesyirikan walaupun syariatnya berbeda-beda.</li>
<li>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>adalah penutup para Rasul, tidak ada lagi nabi setelah beliau. Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itulah yang wajib diikuti untuk saat ini.</li>
<li>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>adalah penghulu para Rasul (rasul yang paling utama), penerima <em>syafa’atul uzma</em> (<em>maqomam mahmuda</em>), menjadi pemegang kunci pintu surga pertama kali dan umat Muhammad yang pertama kali masuk surga.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Hari Akhir</h3>
<p>Beriman kepada hari akhir mencakup beberapa hal:</p>
<ol>
<li>Beriman bahwa kiamat akan terjadi dan beriman pada kejadian-kejadiannya seperti manusia akan melihat Allah kelak di akhirat.</li>
<li>Beriman kepada setiap apa yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya dan apa yang telah shahih dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari perkara-perkara yang akan terjadi pada hari kiamat seperti manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak disunat, <em>buhman</em> (sama sekali tidak membawa harta apa pun).</li>
<li>Beriman kepada nikmat dan siksa kubur.</li>
<li>Beriman kepada tanda-tanda hari kiamat seperti munculnya Dajjal, datangnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa bin Maryam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya <em>dabbah</em> (binatang), dan terbitnya matahari dari arah tenggelamnya.</li>
<li>Beriman kepada peniupan sangkakala, syafa’at, hisab, mizan (timbangan), pembagian catatan amal, <em>al-haudh</em> (telaga), <em>ash-shirath</em> (titian), surga dan neraka, juga penyembelihan al-maut.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Cakupan Beriman Kepada Takdir</h3>
<p>Beriman kepada takdir mencakup beriman pada empat perkara:</p>
<ol>
<li>
<strong>Al-‘Ilmu</strong> (ilmu) yaitu mengimani bahwa Allah mengetahui segala yang terjadi di alam ini, baik secara global maupun secara terperinci, baik kaitannya dengan perbuatan Allah maupun perbuatan hamba;</li>
<li>
<strong>Al-Kitabah</strong> (pencatatan) yaitu segala sesuatu telah dicatat oleh Allah;</li>
<li>
<strong>Al-Masyi’ah</strong> (kehendak) yaitu apa yang telah Allah kehendaki pasti terjadi, yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi;</li>
<li>
<strong>Al-Kholq</strong> (penciptaan) yaitu segala yang ada di alam ini adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah <em>Ta’ala</em>, ada yang hasil perbuatan Allah (seperti turunnya hujan, tumbuhnya tanaman) dan ada yang merupakan perbuatan hamba. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu</em>.” (QS. Ash-Shaaffaat: 96)</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat. Masih berlanjut pada penjelasan hadits Jibril selanjutnya.</p>
<p> </p>
<h4>Referensi:</h4>
<ol>
<li>‘<em>Alam Al-Malaikah Al-Abrar</em>. Cetakan Tahun 1425 H. Prof. Dr. ‘Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar. Penerbit Dar An-Nafais.</li>
<li>
<em>Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya.</li>
<li>
<em>Syarh Lum’ah Al-I’tiqad</em>. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.</li>
</ol>
<p>—</p>
<p>Disusun di <a href="https://darushsholihin.com" target="_blank" rel="noopener">Pesantren Darush Sholihin</a>, Jumat siang, 14 Shafar 1439 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
 