
<h2><b><span lang="IN">Hadis Dhaif Seputar Bulan Rajab</span></b></h2>
<p><i><span lang="IN">Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</span></i></p>
<p><span lang="IN">Bulan rajab merupakan bulan istimewa bagi kaum muslimin. Di saat yang sama, bulan ini menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk menyebarkan hadis dhaif atau hadil palsu. Terutama bagi mereka yang kurang perhatian dengan keshahihan hadis. terlebih didukung adanya berbagai fasilitas yang semakin memudahkan mereka untuk menyebarkan hadis-hadis yang tidak bertanggung jawab itu.</span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya kami ingatkan bahwa menyebarkan hadis palsu, tidak ubahnya menyebarkan kedustaan atas nama Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Karena itulah, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberikan peringatan keras akan hal ini.</span></p>
<p><span lang="IN">Dalam hadis dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa salla</em>m bersabda:</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">مَنْ حَدّثَ عَنِّي بِحَديثٍ يُــرَي أَنّه كَذِبٌ فَهو أَحَدُ الكَاذِبِين</span></p>
<p><span lang="IN"><em>“Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadis dariku, sementara dia menyangka bahwasanya hadis tersebut dusta maka dia termasuk diantara salah satu pembohong.”</em> (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya, 1/7, Ibnu Majah dalam sunannya no. 43).</span></p>
<p><span lang="IN">Imam Ibn Hibban dalam Al-Majruhin (1/9) mengatakan,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">فكل شاك فيما يروي أنه صحيح أو غير صحيح داخل في الخبر</span></p>
<p><span lang="IN"><em>“Setiap orang yang ragu terhadap hadis yang dia riwayatkan, apakah hadis tersebut shahih ataukah dhaif, tercakup dalam ancaman hadis ini.”</em> (Dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, hlm. 160).</span></p>
<p><span lang="IN">Mari kita renungkan, ketika orang yang menyampaikan sebuah hadis, sementara dia ragu terhadap keabsahan hadis tersebut, shahih ataukah dhaif, dan dia tetap menyampaikan hadis itu tanpa memberikan keterangan statusnya maka orang semacam ini termasuk dalam ancaman, disebutb sebagai pendusta.</span></p>
<p><span lang="IN">Dalam kasus ini, orang membawakan suatu hadis dan dia yakin hadis tersebut adalah hadis dhaif, namun di sisi lain dia masih menganggap bahwa hadis dhaif tersebut adalah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kemudian dia sebarkan ke masyarakat, manakah diantara dua kasus di atas yang lebih layak untuk disebut pendusta?</span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai umat yang menghormati Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, tentu kita akan berusaha menghindari setiap hadis lemah yang diatas-namakan beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</span></p>
<h3><b><span lang="IN">Hadis Dhaif Seputar Rajab</span></b></h3>
<p><span lang="IN">Berikut kita akan sebutkan beberapa hadis dhaif dan palsu yang banyak disebarkan masyarakat terkait bulan rajab, beserta penjelasan sisi kelemahannya.</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Pertama</span></i></b><span lang="IN">, hadis</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">إن في الجنة نهراً يقال له رجب ماؤه أشد بياضاً من اللبن وأحلى من العسل من صام يوماً من رجب سقاه الله من ذلك النهر</span></p>
<p><em><span lang="IN">“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum orang ini dengan air sungai tersebut.”</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan:</span></b></p>
<p><span lang="IN">Al-Hafidz menjelaskan,</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini disebutkan Abul Qosim At Taimi dalam At Targhib wat Tarhib, al Ashbahani dalam kitab Fadlus Shiyam, dan al Baihaqi dalam Fadhail Auqat, serta Ibnu Syahin dalam at-Targhib wa Tarhib. (Tabyin al-Ajab, hlm 9)</span></p>
<p><span lang="IN">Ibnul Jauzi mengatakan dalam <i>al Ilal al Mutanahiyah</i>, “Dalam sanadnya terdapat banyak perawi yang tidak dikenal, sanadnya dhaif secara umum, namun tidak sampai untuk dihukumi palsu. (<i>al Ilal al Mutanahiyah,</i> 2/65)</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Kedua</span></i></b><span lang="IN">, hadis yang menyebutkan doa,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان</span></p>
<p><em><span lang="IN">Allahumma baarik lanaa fii rajabin wa sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana.</span></em></p>
<p><em><span lang="IN">“Ya Allah, berkahilan kami di bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan ramadhan.”</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">:</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini diriwayatkan Ahmad dalam musnadnya no. 2346. dan di sanadnya terdapat perawi Zaidah bin Abi Raqqad. Tentang para perawi ini, Imam Bukhari dan an-Nasai memberi komentar, “<i>Munkarul hadis</i>”. Abu Daud mengatakan, “Saya tidak mengenal hadisnya.” Sementara Abu Hatim menjelaskan, “Zaidah meriwayatkan dari Ziyadah An Numairi dari Anas, beberapa hadis marfu’ yang munkar. Saya tidak mengenal hadisnya maupun hadis Ziyadah an-Numairi.”</span></p>
<p><span lang="IN">Tentang Ziyadah An Numairi. Beliau dinilai dhaif oleh Ibnu Main dan Abu Daud. Abu Hatim mengatakan, “Hadisnya bisa ditulis tapi tidak bisa dijadikan pendukung.”</span></p>
<p><span lang="IN">Syuaib al-Arnauth menegaskan sanad hadis ini dhaif, lalu beliau menyebutkan sisi cacat hadis ini sebagaimana keterangan di atas. (Tahqiq Musnad Ahmad, 4/180).</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Ketiga</span></i></b><span lang="IN">, hadis marfu’, yang menyatakan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidak pernah puasa setelah Ramadhan, selain di bulan Rajab dan Sya’ban.</span></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">:</span></p>
<p><span lang="IN">Ibn Hajar menukil keterangan al Baihaqi tentang hadis ini. Ini adalah hadis munkar, disebabkan adanya perawi yang bernama Yusuf bin Athiyah, dia orang yang dhaif sekali. (Tabyinul Ajab, hlm. 12)</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Keempat</span></i></b><span lang="IN">, hadis,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي</span></p>
<p><em><span lang="IN">Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">,</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Bakr an-Naqasy dan al-Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir mengatakan, an-Naqasy adalah pemalsu hadis, pendusta. Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi menyebut hadis ini dengan hadis maudlu’. (al-Lali’ al-Mashnu’ah, 2/114)</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Kelima</span></i></b><span lang="IN">, hadis,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">فضل رجب على سائر الشهور كفضل القرآن على سائر الأذكار</span></p>
<p><em><span lang="IN">Keutamaan Rajab dibanding bulan yang lain, seperti keutamaan Al Qur’an dibanding dzikir yang lain.</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">,</span></p>
<p><span lang="IN">Ibn Hajar mengatakan, Perawi dalam sanad hadis ini tsiqqah, selain as Saqathi. Dialah penyakit dan orang yang terkenal sebagai pemalsu hadis. (Tabyinul Ajab, hlm. 17)</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Keenam</span></i></b><span lang="IN">, hadis,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">رجب شهر الله الأصم،من صام من رجب يوماً إيماناً واحتساباً استوجب رضوان الله الأكبر</span></p>
<p><em><span lang="IN">Rajab adalah bulan Allah al-Asham. Siapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, atas dasar iman dan ihtisab (mengharap pahala) maka dia berhak mendapat ridla Allah yang besar.</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">:</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini palsu, as-Syaukani menjelaskan dalam sanadnya terdapat dua perawi yang <em>matruk</em> (ditinggalkan). (al-Fawaid al-Majmu’ah, 1/439).</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Ketujuh</span></i></b><span lang="IN">, hadis,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">من صام ثلاثة أيام من رجب كتب الله له صيام شهر ومن صام سبعة أيام أغلق عنه سبعة أبواب من النار</span><span dir="LTR" lang="IN">…</span></p>
<p><span lang="IN">Barangsiapa yang berpuasa tiga hari bulan Rajab, Allah catat baginya puasa sebulan penuh. Siapa yang puasa tujuh hari maka Allah menutup tujuh pintu neraka.</span></p>
<p><strong><span lang="IN">Keterangan:</span></strong></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam al-Maudlu’at. Beliau menyebutkan</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">هذا حديث لا يصح</span><span dir="LTR" lang="IN">.</span> <span lang="AR-SA">وفى صدره أبان</span><span dir="LTR" lang="IN">.</span> <span lang="AR-SA">وقال أحمد والنسائي والدارقطني: متروك</span><span dir="LTR" lang="IN">.</span> <span lang="AR-SA">وفيه عمرو ابن الازهر</span><span dir="LTR" lang="IN">.</span> <span lang="AR-SA">قال أحمد: كان يضع الحديث</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini tidak shahih. Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Aban. Kata Ahmad, Nasai dan Daruquthni, “Perawi matruk (ditinggalkan).” Dalam sanadnya juga ada perawi Amr bin Azhar, dan kata Ahmad, ‘Dia memalsu hadis.’ (al-Maudlu’at, 2/206)</span></p>
<p><b><i><span lang="IN">Kedelapan</span></i></b><span lang="IN">, Hadis,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">من صام من رجب وصلى فيه أربع ركعات …. لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة أو يرى له</span></p>
<p><em><span lang="IN">Siapa yang puasa di bulan Rajab dan shalat empat rakaat…maka dia tidak akan mati sampai dia melihat tempatnya di surga atau dia diperlihatkan.</span></em></p>
<p><b><span lang="IN">Keterangan</span></b><span lang="IN">:</span></p>
<p><span lang="IN">As-Syaukani mengatakan,</span></p>
<p dir="RTL"><span lang="AR-SA">موضوع وأكثر رواته مجاهيل</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis palsu, mayoritas perawinya majhul (tidak dikenal) (al-Fawaid al-Majmu’ah, hlm. 47).</span></p>
<p><span lang="IN">Kesembilan, hadis Shalat Raghaib,</span></p>
<p class="arab"><span lang="AR-SA">رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي … ولكن لا تغفلوا عن أول ليلة جمعة من رجب فإنها ليلة تسميها الملائكة الرغائب ، وذلك أنه إذا مضى ثلث الليل لا يبقى ملك مقرب في جميع السموات والأرض ، إلا ويجتمعون في الكعبة وحواليها ، فيطلع الله عز وجل عليهم اطلاعة فيقول : ملائكتي سلوني ما شئتم ، فيقولون : يا ربنا حاجتنا إليك أن تغفر لصوم رجب ، فيقول الله عز وجل: قد فعلت ذلك . ثم قال صلى الله عليه وسلم : وما من أحد يصوم يوم الخميس ، أول خميس في رجب ، ثم يصلي فيما بين العشاء والعتمة ، يعني ليلة الجمعة ، ثنتي عشرة ركعة</span><span dir="LTR" lang="IN"> …….</span></p>
<p><span lang="IN">Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadlan bulan umatku… namun janganlah kalian lupa dengan malam jum’at pertama bulan Rajab, karena malam itu adalah malam yang disebut oleh para malaikat dengan Ar Raghaib. Dimana apabila telah berlalu sepertiga malam, tidak ada satupun malaikat yang berada di semua lapisan langit dan bumi, kecuali mereka berkumpul di ka’bah dan sekitarnya. Kemudian Allah melihat kepada mereka, dan berfirman: Wahai malaikatKu, mintalah apa saja yang kalian inginkan. Maka mereka mengatakan: Wahai Tuhan kami, keinginan kami adalah agar engkau mengampuni orang yang suka puasa Rajab. Allah berfirman: Hal itu sudah Aku lakukan. Kemudian Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: “Siapa yang berpuasa hari kamis pertama di bulan Rajab, kemudian shalat antara maghrib sampai isya’ – yaitu pada malam jum’at – dua belas rakaat…”</span></p>
<p><b><span lang="IN">Keteragan</span></b><span lang="IN">:</span></p>
<p><span lang="IN">Hadis ini palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2/124 – 126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ajab, hal. 22 – 24, dan As Syaukani dalam Al fawaid Al Majmu’ah, hal. 47 – 50)</span></p>
<p><span lang="IN">Penjelasan lain tentang shalat raghaib, kami sarankan anda untuk mempelajari: <a title="Shalat Raghaib dalam Madzhab Syafiiyah" href="https://konsultasisyariah.com/shalat-raghaib-dalam-madzhab-syafiiyah/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Shalat Raghaib dalam Madzhab Syafiiyah</strong></a></span></p>
<p><span lang="IN">Demikian, semoga Allah membimbing kita sehingga tidak mudah menyebarkan hadis palsu, atas nama Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam.  </em></span></p>
<p><span lang="IN">Allahu a’lam. </span></p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 