
<p>Apapun jenis layanan pelanggan yang Anda tawarkan – apakah besar atau  kecil, mahal atau murah, skala besar atau kecil –  lakukan dengan gaya.</p>
<p>Gaya artinya melakukan sesuatu dengan cara Anda sendiri – dengan  keyakinan, karisma, dan berkelas. Berikut 7 cara untuk gaya Anda.</p>
<ol>
<li>Pasang senyum pada wajah Anda, dan Anda akan membuat mereka  tersenyum. Melayani dengan senyum adalah sesuatu yang klise. Tapi jika  Anda ingin orang lain mencintai servis Anda, maka lakukan dengan senyum  yang tulus. Kata “sincere (tulus)” berasal dari bahasa Latin “sine cire”  yang artinya tanpa lilin, bukan kesalahan. Senyum yang tulus membuat  orang merasa diterima, nyaman dan meninggalkan kesan yang menyenangkan.</li>
<li>Menciptakan teater hidup.Guru manajemen Tom Peters  mengatakan  menmberikan layanan yang baik seperti melakukan pertunjukan. Dan setiap  hari adalah peluang emas untuk mencoba sesuatu yang baru. Pikirkan diri  Anda seperti seorang pesulap, manajer panggung, pencipta suasana, dan  pembawa kebahagiaan. Sekarang siapa yang ketinggalan pertunjukan?</li>
<li>Bangga melayani. Ray Pahl of Kent University mengatakan banyak staf  servis melayani orang lain seperti kasar, pekerjaan kelas dua dengan  profil yang rendah dan penghargaan yang kecil. Tidak jauh berbeda dari  sikap merendahkan.  Jika demikian cara staf Anda memandang servis, maka  Anda perlu mendidik kembali mereka dan merubah servis menjadi profesi  yang dihargai yang bisa mereka banggakan.</li>
<li>Mengganti praktek yang buruk. Salah satu alasan mengapa dalam  beberapa organisasi orang tidak “peduli-konsumen” dikarenakan organisasi  tidak menunjukkan caranya. Mereka membeli material kelas-dua,  membiarkan kerusakan berlangsung, dan asal-asalan dalam menjawab  telepon. Kembalikan gaya kembali kedalam layanan Ande dengan tujuan  menjadi yang terbaik disegala hal yang didapatkan pelanggan.</li>
<li>Ubah asumsi Anda. Asumsi lama  mengenai staf bisa menghambat dalam  menyampaikan gaya layanan pelanggan. Jika Anda yakin staf front-line  Anda tidak bisa membuat keputusan sendiri, hanya berminat pada pekerjaan  mereka, dan membutuhkan perintah orang lain, maka Anda perlu memikirkan  kembali asumsi Anda.</li>
<li>Lebih dekat dengan pelanggan Anda.Saat organisasi fokus pada  kebutuhan pelanggan dibandingkan kebutuhannya sendiri, dia akan menjadi  seorang rekan, teman. Misalnya, bisnis South West Airlines di Amerika  mengundang pelanganggan mereka untuk bergabung dalam panel rekruitmen  saat membutuhkan staf  baru. Dan di Inggris, staf retail kosmetik  Body  Shop mendapatkan gaji setengah hari dalam cuti bulanan untuk bekerja di  proyek lokal di mana pelanggan mereka tinggal. Dengan demikan akan  semakin dekat dengan pelanggan Anda.</li>
<li>Tetap mengerjakannya. Layanan pelanggan tidak terjadi dalam  sekejap.  Anda harus mengerjakannya dan begitu juga dengan tim Anda. Ini  bisa berarti mengubah perilaku buruk seperti “terbaik kedua OK”. Atau  mengupdate asumsi manajemen yang mengatakan staf tidak bisa mengambil  keputusan untuk pelanggan . (Atau mereka bisa!). Tapi dilain waktu  giliran Anda untuk bertanya.</li>
</ol>
<p>Menerapkan 7 kebiasaan ini dan Anda akan segera menemukan tidak  hanya memberikan sentuhan lain pada kehidupan pelanggan Anda, tapi juga  memberikan sesuatu yang khusus pada diri Anda.</p>
<p>Penulis:  Eric Garner</p>
<p><strong>Sumber:</strong> <em>http://www.managetrainlearn.com</em></p>
<p><strong>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com</strong></p>
<p><strong>Artikel <a target="_top">www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 