
<p>Sungguh di zaman ini manusia benar-benar disibukkan dengan <a href="https://muslim.or.id/28945-karena-gadget-jangan-sampai-mata-dan-hati-menjadi-buta.html">gadget</a>. Apapun keadaanya manusia benar-benar tidak lepas dari gadget dan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan buang-buang waktu. Di jalan lihat gadget, sedang antre lihat gadget, sedang berbicara pun curi-curi pandang lihat gadget. Memang gadget ibarat pedang bermata dua, jika digunakan dengan bijak, gadget sangat bermanfaat, akan tetapi kebanyakan kita lalai dan kurang bijak menggunakan gadget.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/38714-berbicara-dengan-orang-lain-sambil-lihat-hp-dan-gadget.html">Berbicara dengan Orang Lain Sambil Lihat HP &amp; Gadget</a></strong></span></p>
<p>Salah satu kelalaian kita adalah gadget memalingkan kita dari <a href="https://muslim.or.id/30096-keutamaan-mempelajari-tafsir-alquran-3.html">Al-Quran</a>. Sungguh sangat tersentuh membaca perkataan Khalid bin Walid yang begitu sedih karena tidak bisa fokus belajar Al-Quran karena sibuk dengan jihad, sedangkan kita sekarang meninggalkan Al-Quran karena gadget.</p>
<p>Perhatikan perkataan Khalid bin Walid berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">شغلنا الجهاد عن تعليم القرآن</span></p>
<p>“Sungguh jihad telah menyibukkan kami dari belajar Al-Quran.”<strong> [HR. Ibnu Abi Syaibah 6/151]</strong></p>
<p>Di riwayat yang lain, jihad telah menyibukkan mereka dari membaca Al-Quran.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لقد منعني كثيراً من القراءة الجهاد في سبيل الله</span></p>
<p>“Sungguh jihad di jalan Allah telah menyibukkan (mencegah) kami dari membaca Al-Quran.” <strong>[Musnad Abu Ya’la 6/361]</strong></p>
<p>Sungguh benar akan datang zaman di mana manusia benar-benar meninggalkan Al-Quran.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا</span></p>
<p>“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang TIDAK DIACUHKAN/DITINGGALKAN”.<strong> (QS. Al Furqan: 30)</strong></p>
<p>Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa bentuk meninggalkan <a href="https://muslim.or.id/29926-tadabbur-alquran-cara-dahsyat-meningkatkan-iman.html">Al-Quran</a> dalam segala bentuk, mulai dari membaca, mentadabbur, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. Beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قد أعرضوا عنه وهجروه وتركوه مع أن الواجب عليهم الانقياد لحكمه والإقبال على أحكامه، والمشي خلفه</span></p>
<p>“Mereka telah berpaling dan meninggalkan Al-Quran, padahal mereka wajib untuk patuh dan menerima terhadap hukum di dalamnya serta berjalan dengan petunjuk Al-Quran.” <strong>[Tafsir As-Sa’diy]</strong></p>
<p>Hendaknya seorang muslim berusaha membaca Al-Quran setiap hari. Berusahalah membacanya walaupun hanya beberapa ayat dalam sehari, karena kita terlalu banyak melakukan maksiat setiap hari. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya. Membaca Al-Quran membuat hati menjadi lembuh dan mudah menerimah hidayah serta mudah melakukan ibadah dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia. Al-Quran adalah obat bagi penyakit hati kita.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/31942-adab-berinteraksi-dengan-wanita-di-internet.html">Adab Berinteraksi Dengan Wanita Di Internet</a></strong></span></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا</span></p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”<strong> (QS. Al-Israa’: 82).</strong></p>
<p>Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan penyakit hati. Beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ</span></p>
<p>“Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yang shahih dan masyhur.”<strong> (Tafsir Adhwaul Bayan).</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29950-kebangkrutan-besar-akibat-buruknya-lisan-di-sosial-media.html">Kebangkrutan Besar Akibat Buruknya Lisan di Sosial Media</a></strong></span></p>
<p>Gunung yang keras saja akan hancur apabila Al-Quran turun padanya, apalagi hati yang keras. Tentu hati yang keras akan menjadi lembut dengan Al-Quran.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّه</span></p>
<p>“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” <strong>(QS. Al Hasyr: 21)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/43108-tidak-semua-kejadian-viral-harus-dikomentari.html">Tidak Semua Kejadian Viral Harus Dikomentari</a></strong></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/37204-mengalah-dalam-debat-yang-tidak-bermanfaat.html">“Mengalah” Dalam Debat yang Tidak Bermanfaat</a></strong></span></div>
</li>
</ul>
<p>Demikian semoga bermanfaat</p>
<p> </p>
<p>@ Lombok, Pulau seribu masjid</p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 