
<h4 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan</span></h4>
<p><strong>Soal: </strong></p>
<p>Bagaimana derajat hadits berikut ini?</p>
<p class="arab">من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة</p>
<p>“<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik dalam Islam maka ia mendapat pahala sekaligus pahala orang lain yang mengamalkannya sampai hari kiamat</em>”</p>
<p>Dan apa maknanya? Dan apakah dari hadits ini bisa dimaknai bahwa boleh memberi contoh kepada orang-orang suatu sunnah (perbuatan) lain yang tidak tercakup dalam Al Qur’an Al Karim dan As Sunnah Nabawiyah? Apakah melakukan hal itu termasuk berbuat bid’ah?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Maksud dari hadits “<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik dalam Islam” </em>adalah barangsiapa yang melakukan suatu ketaatan yang disyariatkan dalam Islam, lalu orang-orang mengikutinya, maka ia telah mencontohkan sebuah sunnah hasanah.</p>
<p>Bukanlah maknanya ia membuat-buat ibadah baru atau amalan baru yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:</p>
<p class="arab">من عمل عملًا ليس عليه أمرنا فهو رد</p>
<p>“<em>barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada dalam urusan kami, maka amalan tersebut tertolak</em>”</p>
<p>dalam riwayat lain:</p>
<p class="arab">من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد</p>
<p>“<em>barangsiapa mengada-ada dalam urusan kami, sesuatu yang tidak ada asalnya dari kami, maka ia tertolak</em>”</p>
<p>dan hadits-hadits tentang celaan terhadap bid’ah dan perintah menjauhkan diri darinya itu sangat banyak.</p>
<p>Maka, “<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik dalam Islam” </em>bukanlah maknanya membuat sesuatu yang baru. Namun maknanya adalah mengamalkan suatu perbuatan yang termasuk perbuatan baik dalam syariat lalu orang lain mengikutinya, maka ia telah melakukan sebuah sunnah hasanah.</p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Apakah maksudnya, sunnah yang baik tersebut adalah yang diperintahkan oleh syariat namun orang-orang melalaikannya dan meninggalkannya atau melupakannya?</p>
<p><strong><span style="line-height: 1.5em;">Jawab:</span></strong></p>
<p>Ya benar. Yang menunjukkan hal tersebut adalah <em>sababul wurud</em> hadits ini. Yaitu pernah datang orang-orang yang sangat kekurangan dan faqir kepada Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam. </em>Maka Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>berkhutbah kepada orang-orang dan menyemangati mereka untuk bersedekah. Lalu datanglah seorang lelaki dengan membawa seikat harta benda sampai-sampai tangannya kesulitan membawanya. Kemudian orang-orang yang melihat itu pun bersegera menyusulnya untuk bersedekah sekadar apa yang Allah mudahkan bagi mereka, hingga sedekah yang terkumpul menjadi sebuah gunungan di sisi Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam. </em>Beliau pun senang dengan hal ini dan bersabda,</p>
<p class="arab">من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها</p>
<p>“<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik dalam Islam maka ia mendapat pahala sekaligus pahala orang lain yang mengamalkannya</em>”</p>
<p>yang dimaksud adalah orang yang pertama kali bersedekah walaupun ia kesusahan berjalan membawa sedekahnya karena orang-orang berhimpitan, namun kemudian orang-orang menirunya dan bersegera untuk bersedekah.</p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Lalu hadits,</p>
<p class="arab">من سن سنة سيئة</p>
<p>“<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang buruk</em>”</p>
<p>ini kelanjutan dari hadits tadi ataukah hanya sekedar untuk qiyas?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Ya, ini kelanjutan dari hadits tadi. Yaitu kebalikan dari “<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik</em>“, Nabi bersabda, “<em>barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang buruk</em>” yaitu mengamalkan suatu amalan yang buruk sehingga ia menjadi pelopor bagi orang-orang untuk melakukan keburukan, baik dalam meninggalkan hal yang wajib, atau melakukan hal yang haram, atau melakukan kebid’ahan dan sebagainya.</p>
<p class="arab">فعليه وزرها ووزر من عمل بها</p>
<p>“<em>Maka orang ini mendapat dosa sekaligus dosa orang lain yang melakukannya</em>”</p>
<p>maksudnya orang yang menirunya. Jadi ia mendapat dosa dari perbuatan buruk tersebut plus dosa orang yang menirunya. Demikian lafadz haditsnya.</p>
<p> </p>
<p>Sumber: <em>Majmu’ Fatawa Syaikh Shalih Al Fauzan</em>, 1/196-198, Asy Syamilah</p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
<p> </p>
 