
<h4 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan</strong></span></h4>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Jika makanan telah dihidangkan ketika adzan sudah berkumandang apakah ada keringanan meninggalkan shalat jama’ah? mohon sebutkan dalilnya</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Jika memang sangat membutuhkan makanan tersebut atau hati anda sangat menginginkannya, maka jawabnya iya. Anda boleh makan makan tersebut sampai hati anda tenang. Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">إذا حضر العشاء، فابدءوا به</p>
<p>“<em>Jika makan malam telah dihidangkan maka dahulukanlah ia..</em>”</p>
<p>Beliau <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga bersabda:</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">لا صلاة بحضرة طعام، ولا وهو يدافعه الأخبثان</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat ketika makanan dihidangkan, dan tidak ada shalat ketika ingin buang air besar atau buang air kecil</em>”</p>
<p>Namun jangan jadikan ini sebagai kebiasaan setiap datang waktu shalat. Yang demikian hanya sesekali saja, jika terjadi secara kebetulan tanpa disengaja. Adapun menyengaja menjadikan waktu makan pada waktu-waktu shalat, ini tidak diperbolehkan. Demikian.</p>
<p>Sumber: <a href="http://alfawzan.af.org.sa/node/14195" class="broken_link">http://alfawzan.af.org.sa/node/14195</a></p>
<p> </p>
 