
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Fatwa Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>Rahimahullah</em></strong></span></h2>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></h3>
<p>Mengapa surah “<em>qul huwallāhu ahad</em>” dinamakan dengan surah Al-Ikhlas? Apa sisi pendalilannya? Mengapa surah ini dikatakan mencakup tiga jenis tauhid? Saya mohon penjelasan akan hal tersebut.</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Jawaban:</strong></span></h3>
<p>Surah Al-Ikhlas adalah firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">﴿قلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۞ اللَّهُ الصَّمَد ۞ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ُ۞ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ﴾</span></p>
<p><em>“Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ash-Shamad (Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.”</em> (QS. Al-Ikhlas: 1-4).</p>
<p>Dinamakan surah Al-Ikhlas karena dua hal, yaitu:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Allah <em>Ta’ala</em> menjadikan surah tersebut murni untuk diri-Nya. Tidak ada di dalamnya perkataan kecuali tentang Allah <em>Subhanahu wa ta’ala</em> dan sifat-sifat-Nya.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, untuk seseorang yang membaca surah ini akan memurnikan akidahnya dari kesyirikan, jika dia membacanya dengan meyakini apa yang ditunjukkan surah tersebut.</p>
<p>Adapun sisi pendalilan nama tersebut mencakup tiga bentuk tauhid, yaitu:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> tauhid <em>rububiyah</em>;</p>
<p><strong>Kedua,</strong> tauhid <em>uluhiyah</em>; dan</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> tauhid <em>al-asmaa’ was shifaat</em>.</p>
<p>Dalil yang berhubungan dengan tauhid <em>uluhiyah</em> adalah ayat,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(قل هو الله)</span></p>
<p><em>“Katakanlah Dialah Allah”</em> (QS. Al-Ikhlas: 1).</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah <em>Ta’ala</em>. Inilah pendalilan tauhid <em>uluhiyyah</em>.</p>
<p>Sedangkan dalil yang berhubungan dengan tauhid <em>rububiyyah</em> dan tauhid <em>al-asmaa’ was shifat</em> ada dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(الله الصمد)</span></p>
<p><em>“Allah-lah Ash-Shamad (Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu)”</em> (QS. Al-Ikhlas: 2).</p>
<p>Firman Allah <em>Ta’ala </em>ini menunjukkan bahwa Allah <em>Ta’ala </em>yang Mahasempurna dalam sifat-sifat-Nya dan semua ciptaan-Nya bergantung kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Kesempurnaan sifat-sifat Allah <em>Ta’ala</em> berkaitan dengan tauhid <em>al-asma’ was shifat</em>. Kebutuhan dan kebergantungan semua makhluk kepada-Nya merupakan dalil bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang menjadi tujuan manusia. Tujuannya untuk menghindarkan seorang hamba dari segala kesusahan dan hal-hal yang dibenci, serta tercapainya keinginan-keinginan dan segala kebutuhan.</p>
<p>Pada firman-Nya,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(أحد)</span></p>
<p><em>“… Maha Esa.”</em> (QS. Al-Ikhlas: 1).</p>
<p>memiliki kandungan tiga perkara tauhid. Allah <em>Subhanahu wa ta’ala</em> satu-satunya yang memiliki sifat-sifat seperti disebutkan di atas, yaitu secara <em>uluhiyah</em> (pengesaaan Allah dalam beribadah) dan kebergantungan para makhluk kepada-Nya. Allah <em>Ta’ala </em>melanjutkan surah tersebut dengan firman-Nya,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(لم يلد ولم يولد)</span></p>
<p><em>“Tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan.”</em> (QS. Al-Ikhlas: 3).</p>
<p>Pada ayat ini terdapat bantahan terhadap kaum Nasrani yang mengatakan, “Sesungguhnya Isa Al-Masih adalah anak Allah.” Ayat ini juga membantah kaum Yahudi yang mengatakan, “‘Uzair adalah anak Allah.” Dan juga membantah kaum musyrikin yang mengatakan, “Sesungguhnya para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.” Pada ayat selanjutnya, Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد)</span></p>
<p><em>“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.”</em> (QS. Al-Ikhlas: 3-4)</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(ولم يكن له كفواً أحد)</span></p>
<p><em>“Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.”</em> (QS. Al-Ikhlas: 4).</p>
<p>Ayat ini bertujuan untuk menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat-Nya. Tidak ada satu pun yang setara dengan Allah <em>Ta’ala</em> dan tidak ada satu pun yang semisal dengan Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/67164-menggabungkan-pendapat-para-ahli-tafsir.html" data-darkreader-inline-color="">Menggabungkan Pendapat Para Ahli Tafsir</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/53059-munculnya-dukhan-di-akhir-zaman.html" data-darkreader-inline-color="">Tafsir Surat Ad Dukhan Ayat 10-15: Munculnya Dukhan Di Akhir Zaman</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penerjemah:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/muhammad-fadhli" data-darkreader-inline-color=""> Muhammad Fadli</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p><a href="https://binothaimeen.net/content/7980">https://binothaimeen.net/content/7980</a></p>
 