
<h4 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin</span></h4>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Jika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan, apakah mengucapkan:</p>
<p class="arab">ما شاء الله تبارك الله</p>
<p>“<em>semua atas kehendak Allah, semoga Allah memberkahi</em>”</p>
<p>ataukah:</p>
<p class="arab">ما شاء الله تبارك الله لا قوة إلا بالله</p>
<p class="arab">“<em>semua atas kehendak Allah, </em><em>semoga Allah memberkahi, </em>tidak ada daya kecuali atas kehendak Allah”</p>
<p>ataukah</p>
<p class="arab">ما شاء الله تبارك الله</p>
<p>atau semuanya benar?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>, para keluarganya, para sahabatnya dan orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.</p>
<p>Jika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkannya dalam masalah harta, maka ucapkan</p>
<p class="arab">ما شاء الله لا قوة إلا بالله</p>
<p>“<em>semua atas kehendak Allah, tidak ada daya kecuali atas kehendak Allah</em>”</p>
<p>sebagaimana dalam kisah <em>shahibul jannatain</em> (orang yang memiliki dua kebun), ketika temannya berkata kepadanya:</p>
<p class="arab">وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ</p>
<p>“<em>Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”</em> <em>(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)</em>” (QS. Al Kahfi: 39).</p>
<p>Ini jika hal yang menakjubkan itu dalam masalah harta. Namun jika melihat hal menakjubkan dalam masalah lain, maka ucapkan:</p>
<p class="arab">بارك الله عليه</p>
<p>“<em>semoga Allah memberikan keberkahan atasnya</em>”</p>
<p>atau kalimat-kalimat semisalnya*). Dan jika melihat hal menakjubkan dalam urusan duniawi, maka ucapkan:</p>
<p class="arab">لبيك إن العيش عيش الآخرة</p>
<p>“<em>aku penuhi panggilanMu (Ya Allah), sesungguhnya kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat</em>”</p>
<p>sebagaimana yang diucapkan Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>.</p>
<p>Perkataan لبيك artinya “<em>aku menjawab panggilanmu ya Allah</em>“.  kemudian perkataan إن العيش عيش الآخرة dalam rangka menundukkan dirinya dengan mengakui bahwa perkara duniawi bagaimanapun keadaannya, ia sesungguhnya rendah, tidak ada kehidupan hakiki di dalamnya.  Karena sesungguhnya kehidupan hakiki adalah kehidupan akhirat. Demikian.</p>
<p> </p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Nurun ‘ala Ad Darb</em> no. 321 <a href="http://www.ruqya.net/forum/archive/index.php/t-34463.html">http://www.ruqya.net/forum/archive/index.php/t-34463.html</a></p>
<p>*) kalimat semisal ini antara lain بارك الله فيكم /baarakallahu fiikum/ (semoga Allah memberkahi anda), atau الله يبارك فيكم /allahu yubaarik fiikum/ (semoga Allah memberkahi anda), atau بورك فيكم /buurika fiikum/ (semoga anda diberkahi)</p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 