
<p> </p>
<h4><span style="color: red;">Fatwa Syaikh Abdul Azhim Badawi Al Khalafi</span></h4>
<p> </p>
<p><strong>Soal: </strong><br>
Apa hukum meminta diruqyah syar’iyyah?</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br>
Meminta di-ruqyah syar’iyyah hukumnya tidak mengapa. Maksudnya, orang yang sedang sakit tidak mengapa meminta kepada orang yang dianggap bisa meruqyah dengan berkata “<em>ruqyahlah saya, bacakan bacaan-bacaan ruqyah kepada saya</em>“. Namun meninggalkannya lebih utama. Karena Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> menyebutkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab diantaranya yaitu orang yang <em>laa yastarquun</em>, maksudnya orang yang tidak meminta diruqyah. Dalam rangka menyempurnakan tawakal kepada Allah <em>‘Azza Wa Jalla</em>.</p>
<p>Namun meminta diruqyah hukumnya boleh, walaupun meninggalkannya itu lebih utama.</p>
<p>Sumber: <a href="http://ar.islamway.net/fatwa/30794">http://ar.islamway.net/fatwa/30794</a></p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama<br>
Artikel Muslim.Or.Id</p>
 