
<h4 style="text-align: center;">Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahlullah</h4>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Soal:</strong></span><br>
Saudara Fulan Dari Riyadh bertanya: sebagian yayasan dan lembaga membagi-bagikan jadwal imsakiyah pada bulan Ramadhan Mubarak. Jadwal imsakyah ini khusus juga untuk waktu-waktu shalat. Akan tetapi yang menarik perhatianku, mereka membuat waktu imsak seperempat jam sebelum adzan subuh. Apakah perbuatan mereka ada dasarnya dari sunnah?</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Jawab:</strong></span><br>
Saya tidak mengetahui adanya dasar dari syariat dalam perincian (waktu imsak) ini. Bahkan dalil dari Qur’an dan Sunnah menunjukkan bahwa imsak itu ketika terbitnya fajar (mulai shalat subuh). Allah <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ</p>
<p>“<em>dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar</em>” (QS. Al-Baqarah: 187)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">الفجر فجران، فجر يحرم الطعام وتحل فيه الصلاة، وفجر تحرم فيه الصلاة (أي صلاة الصبح) ويحل فيه الطعام</p>
<p>“<em>Fajar itu ada dua, yang pertama mengharamkan makan dan membolehkan shalat [subuh], yang kedua yaitu yang diharamkan shalat (shalat subuh) ketika itu dan masih boleh makan</em>” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Hakim, keduanya menshahihkan sebagaimana di <em>Bulughul Maram</em>)</p>
<p>Dan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">إن بلالا يؤذن بليل، فكلوا واشربوا حتى يؤذن ابن أم مكتوم</p>
<p>“<em>sesungguhnya Bilal mengumandangan Adzan di waktu malam, makan dan minumlah kalian sampai Ibnu ummi Maktum mengumandangkan adzan</em>”</p>
<p>Perawi hadits ini berkata, “Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta, tidaklah ia menyerukan adzan kecuali dikatakan kepadanya: sudah masuk waktu subuh, sudah masuk waktu subuh”. <em>Wallahul muwaffiq</em>.</p>
<p> </p>
<p>Sumber: <a href="http://www.binbaz.org.sa/mat/523">http://www.binbaz.org.sa/mat/523</a></p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: dr. Raehanul Bahraen<br>
Artikel Muslim.Or.Id</p>
 