
<h2><strong>Tahap Memulai Bisnis Toko Online dari Rumah</strong></h2>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Bisnis toko online bisa menjadi alternatif sumber pendapatan baru yang dikerjakan dari rumah. Berikut prinsip-prinsip dan tahapan-tahapan membangun bisnis jual-beli memanfaatkan Internet.<br>
(Artikel ini pernah terbit di Majalah Pengusaha Muslim Edisi Mesi 2012)</em></p>
<p><strong>Ipan Pranashakti</strong></p>
<p>Kenaikan harga barang dan jasa sebaiknya disikapi dengan baik dan elegan. Malah kalau bisa menjadi sumber kreativitas baru untuk menciptakan sumber pendapatan lain. Misalnya, dengan memulai usaha toko <em>online</em>, karena bisa dilakukan di rumah tanpa harus meninggalkan aktivitas rutin. Media <em>online</em> saat ini membuka banyak peluang. Bisnis yang dilakukan di rumah tidak berarti ketinggalan dan  tidak diukur apakah usaha rumahan atau pabrikasi.</p>
<p>Jika berminat, pahami prinsip dasarnya yang terdiri atas lima hal. Yakni:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, ada kejelasan akad dengan suplayer, baik produsen atau agen produk, berupa pernjanjian tertulis maupun lisan.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, ada barang yang jelas, termasuk informasi ada-tidaknya garansi. Kelengkapan informasi produk hendaknya sampai seri, spesifikasi, bahan, dan lainnya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, mengutamakan aspek <em>online</em>-nya dulu, baru menginjak ke usaha rumahan, untuk minimalkan kunjungan pembeli ke rumah, terutama dari luar kota. Tapi konsekuensinya harus disediakan sarana komunikasi yang beragam: <em>e-mail</em>, SMS, kontak langsung melalui <em>hanphone</em> atau <em>fixed telephone</em>, formulir <em>online </em>, Yahoo Mesengger, bila perlu sampai Black Berry Messengger.</p>
<p><strong>Keempat</strong>,  jika melibatkan pihak ketiga dalam pengiriman barang seperti pos atau jasa pengiriman swasta perlu diperjelas standar waktu sampai ke masalah risiko pengiriman secara tertulis dalam <em>web, e-mail</em>. Maupun bila dilakukan secara lisan, karena intinya ada kejelasan keterlibatan pihak ketiga.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, gunakan <em>shopping cart</em> dalam <em>web online</em> sehingga bisa menghitung secara otomatis jumlah produk yang dibeli dan nilainya, sementara kita sebagai pemilik toko <em>online</em> tinggal menerima <em>e-mail</em> berisi informasi pemesanan barang dari perangkat otomatis itu, agar tidak terjadi selisih-paham.</p>
<h3><strong>Enam Tahap</strong></h3>
<p>Pahami dulu lima prinsip tersebut barulah melangkah ke tahapan-tahapan berikutnya. Ada enam tahap, dijelaskan berikut ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, rencanakan dengan melibatkan produk yang benar-benar unik. Amatilah secara <em>online </em>dengan Google Search setidaknya 10 hari. Termasuk persaingannya. Pantau taktik yang akan dipakai calon pesaing kita dalam kurun waktu tertentu, agar kita dapat menentukan taktik yang berbeda, lebih inovatif tapi dapat diterima pasar.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, tentukan pilihan jumlah modalnya. Jika masih dibawah Rp 1 juta, sebaiknya sewa saja toko <em>online</em> dengan model instan. Pilih yang sewanya terjangkau, karakter <em>web</em> cocok dengan jasa atau yang akan kita jual – kalau bisa unik tapi berkarakter. Setelah toko online tersedia, lihat fitur-fiturnya untuk memantik kreativitas pengembangan. Setidaknya memahami apa saja yang sudah bisa difasilitasi dan apa saja yang belum tersedia. Maksunya adalah untuk menentukan inovasi layanan berikutnya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, gunakan manajemen konten berdasar kategori produk karena ini cara ampuh untuk menyesuaian selera pasar dan tren. Termasuk agar produk menduduki posisi atas dengan tampilan bergerak bergantian dengan produk lain – istilah teknisnya: <em>slide show</em>. Jangan lupa, masyarakat Indonesia mudah disentuh melalui insentif, misalnya diskon, bebas biaya kirim, beli 1 dapat 2. Intinya, upaya ini untuk meningkatkan perhatian media <em>online.</em> Pada dasarnya keunggulan bukan pada diskona, tetapi karena <em>mindset </em>pasar kadang malas membeli secara <em>online </em>– karena selalu ada biaya kirim yang tinggi dan belum tentu sesuai, sehingga insentif akan mendorong perkenalan dan mencoba layanan kita.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, manfaatkan <em>internet marketing</em>. Ini salah satu strategi untuk meningkatkan kepecarcayaan layananan <em>online.</em> Keunggulan internet marketing antara lain kecepatan distribusi informasi, terutama pada produk atau program baru. Berbeda dengan marketing <em>offline,</em> ada produk baru dulu baru memesan ke desainer, kemudian desainnya dicetak dalam katalog, sehingga membutuhkan waktu distribusi. Sedangkan toko <em>online,</em> ketika produk sudah jadi, menit itu juga sudah harus ada informasi yang disebar ke banyak pihak. Terutama yang memanfaatkan <em>social media</em>. Tapi hendaknya tetap diperhatikan setiap metode distribusi ada taktiknya tersendiri. Jika ingin mengoptimalkan upaya melalui <em>social media</em>, pahami dua prinsip dasarya: <em>member development</em> (menjalin pertemanan <em>online</em> dengan calon konsumen berkualitas), dan <em>conten development</em> (mengisi hubungan bermutu, indah dan memotivasi pelanggan). Kedua prinsip ini dapat menghindari <em>tag-tag</em> percuma dari pengunjung yang bukan segmen pasar kita. Alih-alih membuat <em>web online</em> nyaman, yang terjadi malah merusak kenyamanan pelanggan. Cara lainnya melalui <em>SEO, e-mail marketing, SMS marketing, content marketing </em>dan<em> blog marketing.</em></p>
<p><strong>Kelima</strong>, lakukan evaluasi bulanan. Ini mirip perawatan toko fisik – membersihkan dan merapikan toko dan rukonya. Evaluasi akan menyadarkan adanya taktik berkelanjutan ke bulan berikutnya. Evaluasi memerlukan data. Bisa melalui <em>polling  online</em>, survai pelanggan melalui <em>e-mail,</em> SMS atau sampel dalam pertemuan tatap muka. Bisa juga dengan mengamati pergerakan pesaing, menjalin pertemanan di Facebook dan Twitter. Evaluasi juga harus dilalukan dua arah – internal dan ekternal.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, lengkapi aspek keimanan, dengan rajin beribadah dan bersedekah, menghormati orangtua, berbagi ilmu dan tips secara ikhlas, membantu pengusaha Muslin lain dan diakhiri meluruskan <em>mindset:</em> fokus ke tujuan akherat dan biarlah urusan dunia, termasuk sukses toko <em>online,</em> Allah-lah yang mengatur dan memberikan kemudahannya. Namun ingat, Anda tidak boleh beridabadah karena dorongan ingin sukses di dunia. Ikhlaskan ibadah Anda untuk Allah, kemudian berdoalah agar Allah memudahkan urusan Anda.</p>
<h4><strong>Resume: Lima Prinsip, Enam Tahapan</strong></h4>
<p><strong>Lima Prinsip:</strong></p>
<ol>
<li>Kejelasan kad dengan suplayer secara tertulis atau lisan.</li>
<li>Barang yang jelas, termasuk ada-tidaknya garansi dan spesifikasinya.</li>
<li>Online dulu, baru ke usaha rumahan.</li>
<li>Jika melibatkan pihak ketiga dalam pengiriman barang, perjelas standar waktu dan risiko pengiriman, dan tertulis dalam <em>web, e-mail</em>, atau secara lisan</li>
<li>Gunakan <em>shopping cart</em> dalam <em>web online</em> agar tercatat otomatis.</li>
</ol>
<p><strong>Enam Tahapan:</strong></p>
<ol>
<li>Produk unik berkarakter dan taktik lebih inovatif daripada pesaing tapi tetap dapat diterima pasar.</li>
<li>Tentukan pilihan jumlah modalnya.</li>
<li>Gunakan manajemen konten berdasar kategori produk.</li>
<li>Manfaatkan <em>internet marketing</em>.</li>
<li>Lakukan evaluasi bulanan.</li>
<li>Lengkapi dengan aspek keimanan</li>
</ol>
<p><strong>PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 