
<p>Ini adalah empat waktu istimewa membaca tiga surat yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas.</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>PERTAMA: WAKTU PAGI DAN SORE HARI</strong></span></h2>
<p>Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib, dari bapaknya ia berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">خَرَجْنَا فِى لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِيُصَلِّىَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ « أَصَلَّيْتُمْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »</span></p>
<p>“Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun, sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah.” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah.” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah.” Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah <em>shallallahu </em><em>‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Katakanlah (bacalah surah) QUL HUWALLAHU AHAD (surah Al-Ikhlas) dan  <em>al-mu’awwidzatain </em>(surah Al-Falaq dan An-Naas) ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud, no. 5082 dan An-Nasai, no. 5428. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Faedah dari hadits di atas:</strong></span></p>
<ol>
<li>Al-Mu’awwidzatain yang dimaksud dalam hadits adalah surah Al-Falaq dan surah An-Naas karena dua surat tersebut berisi meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan setiap makhluk, dari kejahatan di waktu malam, dari kejelekan tukang sihir, dari kejelekan orang yang hasad, dan dari kejelekan was-was setan.</li>
<li>Hadits di atas menunjukkan keutamaan tiga surah yaitu surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas.</li>
<li>Disunnahkan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas pada Shubuh dan petang hari sebanyak tiga kali.</li>
<li>Siapa saja yang membaca tiga surah ini dan meminta perlindungan kepada Allah, maka akan diberikan kecukupan serta penjagaan.</li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bacaan Dzikir Pagi</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/1638-bacaan-dzikir-petang.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bacaan Dzikir Petang</strong></span></a></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>KEDUA: SEBELUM TIDUR</strong></span></h2>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, beliau <em>radhiyallahu ‘anha</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ</span></p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari, no. 5017)</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>KETIGA: KETIKA INGIN MERUQYAH (MEMBACA DOA DAN WIRID UNTUK PENYEMBUHAN KETIKA SAKIT)</strong></span></h2>
<p>Bukhari membawakan bab dalam sahihnya ‘<em>Meniupkan bacaan ketika ruqyah’</em>. Lalu dibawakanlah serupa hadits di atas dan dengan cara seperti dijelaskan dalam poin kedua.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِى كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِى أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ</span></p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, dia berkata, “<em>Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surah Al-Ikhlas) dan mu’awidzatain (surah An-Naas dan Al-Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen)</em>.”  (HR. Bukhari, no. 5748)</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://rumaysho.com/2383-kriteria-ruqyah-yang-dibolehkan.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;">Kriteria Ruqyah yang Dibolehkan</span></a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>KEEMPAT: BACAAN SESUDAH SHALAT FARDHU (BAKDA SALAM)</strong></span></h2>
<p>Sesuai shalat dianjurkan membaca surah Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas masing-masing sekali. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ</span></p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan padaku untuk membaca <em>mu’awwidzaat</em> di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An-Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).</p>
<p>Yang dimaksud <em>mu’awwidzaat</em> adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (<em>Fath Al-Bari</em>, 9:62)</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong>Bolehkah membaca ayat kursi serta surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas menggantikan dzikir pagi petang?</strong></span></h3>
<p>Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah menyatakan bolehnya membaca ayat kursi serta tiga surah (yang disebut mu’awwidzat) setelah shalat fardhu yaitu untuk dzikir pagi setelah shalat Shubuh dan dzikir petang setelah shalat Ashar (setelah shalat Maghrib, menurut sebagian pendapat, pen.) dan itu sudah disatukan antara dzikir pagi petang dan dzikir bakda shalat. Namun, untuk membaca surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing tiga kali bakda Shubuh dan bakda Ashar (atau bakda Maghrib). Lihat <em>Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab</em>, no. 60420.</p>
<p>Dicatat yah waktu-waktu tadi dan amalkan.</p>
<p><em>Semoga Allah beri taufik dan hidayah.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/24942-amalkan-surat-al-ikhlas-bersama-surat-lainnya-di-enam-waktu-ini.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Amalkan Surat Al-Ikhlas Bersama Surat Lainnya di Enam Waktu Ini</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/23361-waktu-berdoa-yang-paling-didengar.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Waktu Berdoa yang Paling Didengar</strong></span></a></li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Diselesaikan di <a href="https://darushsholihin.com">Darush Sholihin</a>, Kamis, 18 Juni 2020</p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Oleh: Al-Faqir Ilallah, Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><strong>Artikel<a href="https://rumaysho.com"> Rumaysho.Com</a></strong></p>
 