
<p><strong>DOA AGAR TERJAGA DARI BURUKNYA PERILAKU ANGGOTA BADAN</strong></p>
<h3><strong>اللَّهُمَّ عَافِنِي مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَبَصَرِي وَلِسَانِي وَقَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي</strong></h3>
<p><em>Ya Allâh! Berilah aku keselamatan dari buruknya pendengaranku, penglihatanku, lidahku, dan hatiku, serta dari buruknya air maniku.</em></p>
<p>[HR. An-Nasai, Al-Bukhâri dalam <em>al-Adabul Mufrad]</em></p>
<p>Dalam riwayat al-Bukhâri dalam <em>al-Adab al-Mufrad</em>, begitu pula dalam riwayat an-Nasa’i, Syakal bin Humaid berkata, “Wahai Rasûlullâh! Ajarkanlah kepadaku doa yang bisa aku ambil manfaat darinya! Lalu Beliau menjawab: “Katakanlah…! Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan doa di atas.</p>
<p>Sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi, Syakal bin Humaid berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasûlullâh! Ajarkanlah kepadaku doa perlindungan, aku meminta perlindungan dengannya! Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggamit tapak tanganku dan berkata, “Katakanlah:</p>
<p><strong>اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي</strong></p>
<p><em>Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku. </em>[HR. At-Tirmidzi]</p>
<p><strong>MUTIARA HADITS</strong></p>
<ul>
<li>Anggota badan manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Allâh berfirman, yang artinya, “S<em>esungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya</em>. [Al-Isrâ’ /17:36]</li>
</ul>
<p style="padding-left: 40px;">Indra manusia dan anggota tubuhnya merupakan nikmat yang harus disyukuri, dengan memanfaatkan anggota tubuh sesuai tujuan penciptaannya. Dengan begitu ia telah merealisasikan <em>‘ubudiyyah</em> kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala (penghambaan kepada-Nya). ‘<em>Ubudiyyah</em> sendiri terbagi pada ‘ubudiyyah hati, lisan, dan anggota badan.</p>
<ul>
<li>Pentingnya memohon keselamatan dari semua keburukan dan sebab-sebabnya.</li>
<li>Memohon perlindungan dari buruknya pendengaran artinya agar selamat dari mendengar hal-hal yang dibenci Allâh k , seperti mendengar ucapan dusta, ghibah, dan sebab-sebab maksiat lain. Juga berlindung agar jangan sampai pendengaran tidak mau mendengarkan kalimat hak.</li>
<li>Memohon perlindungan dari buruknya penglihatan artinya agar selamat dari melihat yang diharamkan; atau memandang orang dengan nada penghinaan; atau melihat ciptaan Allâh tanpa diiringi <em>tafakkur</em>.</li>
<li>Memohon perlindungan dari buruknya lisan artinya agar selamat dari mengucapkan kebatilan atau hal tak berguna, ataupun diam; tidak menyuarakan kebenaran. Dan kebanyakan kesalahan yang membinasakan berpangkal dari lidah.</li>
<li>Memohon perlindungan dari buruknya hati artinya agar hati selamat dari keyakinan yang rusak. Sehingga hati tidak tertuju kepada selain Allâh. Juga agar selamat dari penyakit hati seperti hasad, dan dengki.</li>
<li>Memohon perlindungan dari buruknya mani artinya agar kemaluan terjaga, sehingga tidak ditumpahkan pada tempat yang diharamkan, sehingga ia selamat dari zina dan hal yang menyeret kepadanya.</li>
<li>Disebutkan permohonan perlindungan dari hal-hal di atas secara khusus karena itu adalah sumber setiap keburukan.</li>
<li>Betapa besar perhatian Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sehingga kala mengajarkan doa ini Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggamit tangan Syakal agar lebih mengena dan lebih perhatian.</li>
</ul>
<p>(Diambil dari <em>Mir`âtul Mafâtîh</em> 8/231, <em>Bahjat An-Nâzhirîn</em> 2/557, <em>Fiqhul Ad`iyah wal Adzkâr</em> 3/176).</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]hu .</p>
 