
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>Bisakah kaum homoseks[1. </b></span>H<span lang="en-US">omoseks adalah aktifitas seksual seseorang yang dilakukan terhadap seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama, baik laki-laki maupun perempuan. (Fatwa MUI no. 57 thn. 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan).</span><span lang="en-US"><b>]</b><span style="font-size: 11.1111px; line-height: 16.6667px;"> </span></span><span lang="en-US"><b>bertaubat dan masuk Surga?</b></span></span></h4>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Sesungguhnya Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Subhanahu wa Ta’ala </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">mengampuni seluruh dosa, dengan syarat apabila hamba tersebut bertaubat dengan benar kepada-Nya. Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Ta’ala </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">berfirman:</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="right"><span lang="ar-SA"><b>أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ</b></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;">Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?</span></em><span style="color: #000000;">” (QS. At Taubah: 104).</span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Ta’ala </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">berfirman:</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="right"><span lang="ar-SA"><b>وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا</b></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><em><span style="color: #000000;">Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</span></em><span style="color: #000000;">” (QS. An Nisa’: 110).</span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Ta’ala </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">berfirman:</span></span></p>
<p align="right"><span lang="ar-SA"><b>قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم</b></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> (QS. Az-Zumar:53).</span></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Imam Ibnu Katsir </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> , didalam kitab tafsirnya, menafsirkan ayat QS. Az-Zumar :53 tersebut : </span></span></p>
<p lang="id-ID" align="right"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;">هذه الآية الكريمة دعوة لجميع العصاة من الكفرة وغيرهم إلى التوبة والإنابة ، وإخبار بأن الله يغفر الذنوب جميعا لمن تاب منها ورجع عنها ، وإن كانت مهما كانت وإن كثرت وكانت مثل زبد البحر </span></span><span lang="en-US">.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada orang-orang yang bermaksiat -baik orang-orang kafir ataupun selainnya- untuk bertaubat dan kembali (kepada Allah). </span></span></p>
<p>(Ayat yang mulia ini) juga mengandung kabar bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi orang-orang yang bertaubat darinya dan meninggalkannya, dosa apapun juga (akan diampuni), walaupun dosanya sebanyak buih lautan”.</p>
<p lang="id-ID"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ibnul Al-Qayyim menjelaskan tentang taubatnya seseorang yang semenjak dari kecil melakukan perbuatan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>liwath</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> :</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"> “</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Jika pelaku </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>liwath</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> bertaubat (dengan sebenarnya) dan kembali (kepada Allah) dan mendapatkan anugerah taubat yang nasuha dan bisa beramal sholeh, sedangkan keaadaannya pada saat ia berusia dewasa/tuanya lebih baik dari masa kecilnya.</span></span></p>
<p align="left">Iapun mengganti kejelekan-kejelekannya dengan kebaikan, membersihkan dosanya dengan berbagai ketaatan dan taqarrub kepada Allah, menjaga pandangan dan kemaluannya dari perkara yang haram serta ia juga tulus dalam amal ibadahnya, maka dosanya diampuni dan termasuk Ahli Surga, karena Allah mengampuni semua jenis dosa.</p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Apabila taubat itu dapat menghapus dosa syirik, kufur, membunuh para nabi dan wali-Nya, sihir serta kekafiran serta dosa yang lainnya, maka tentunya taubat pelaku </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>liwath</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> pun dapat menghapuskan dosanya” (<em>Ad-Da’ wad Dawaa’</em>: 236-237).</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Demikian pula Allah menerima taubat dari pelaku dosa lesbi dan yang lainnya, asalkan terpenuhi syarat taubat, yaitu : Ikhlas, menyesal, berhenti dari dosanya, bertekad kuat tidak mengulangi lagi dan taubat dilakukan sebelum nyawa sampai kerongkongan (sakaratul maut) serta sebelum matahari terbit dari barat.</span></span></p>
<h4 align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>Pelaku homoseks tidak perlu mengaku, jika sudah bertaubat</b></span></h4>
<p align="left">Jika seorang pelaku homoseks, baik lesbi maupun gay, bertaubat dengan sebenarnya, maka ia tidak perlu membuka aibnya dan mengakui dosanya di hadapan orang lain, bahkan ia tertuntut untuk menutupi aibnya. Sebagaimana ia tidak wajib melaporkan dosanya kepada hakim atau polisi untuk dilaksanakan hukuman kepadanya dan sesungguhnya dilaksanakan hukuman itu bukanlah syarat taubat dari maksiat itu.</p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> pernah ditanya masalah taubatnya pelaku maksiat yang ancamannya hukuman hadd[2. Hadd adalah jenis hukuman atas tindakan pidana yang bentuk dan kadarnya telah ditetapkan oleh Nash. (Fatwa MUI no. 57 thn. 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan)]</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, lalu beliau menjawab :</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="right"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">( </span><span lang="ar-SA">إذا تاب إلى الله توبة صحيحة تاب الله عليه من غير حاجة إلى أن يقر بذنبه حتى يقام عليه الحد </span><span lang="en-US">) </span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Jika ia bertaubat kepada Allah dengan benar, maka Allah akan menerima taubatnya, tanpa perlu ia mengakui dosanya untuk ditegakkan hukuman hadd kepada dirinya”. (<em>Majmu’ Al-Fatawa</em>: 34/180) [3. Lihat <a href="https://Islamqa.info/ar/5177" target="_blank">https://Islamqa.info/ar/5177</a>]</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
<h4 align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>Pelaku homoseks jika sudah bertaubat tidak ada larangan untuk menikah</b></span></h4>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Berkata Syaikh Muhammad Sholeh Al-Munajjid </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>hafizhahullah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">ketika menjelaskan tentang solusi menikah bagi mantan pelaku liwath yang telah bertaubat:</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Maka jika ia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang benar , maka tidak ada larangan (baginya) untuk menikah, bahkan terkadang menikah itu hukumnya wajib baginya, sebagai benteng bagi dirinya dan dalam rangka mengambil sesuatu yang halal baginya”[4. Lihat: <a href="Https://Islamqa.info/ar/5177" target="_blank">Https://Islamqa.info/ar/5177</a>].</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">LGBT! Marilah kembali kepada jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Syari’at Islam dan kembali hidup normal sesuai dengan tabi’at asli manusia. </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Wallahu a’lam</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">. </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>(selesai).</b></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="left">***</p>
<p lang="id-ID" align="left">Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p lang="id-ID" align="left">Artikel Muslim.or.id</p>
<p lang="id-ID" align="left">[serialposts]
</p>
<p lang="id-ID" align="left">___</p>
<div id="sdfootnote1">
<p class="sdfootnote-western" lang="id-ID"><a class="sdfootnotesym" href="#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote4"></div>
 