
<p><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>Terima kasih</strong></a> adalah emosi yang positif dan studi telah menunjukkan  ini menciptakan sikap yang lebih positif, mengurangi stress dan  memberikan banyak keuntungan. Tapi kami tidak memerlukan studi untuk  menyatakan ini semua, bukan? Anda tahu bagaimana rasanya saat Anda  ber<a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a>.</p>
<p>Artikel ini tidak akan menyatakan kembali apa yang sudah jelas (lebih  dari yang saya miliki). Alih-alih ini akan mengeksplor dasar-dasar  bagaimana pemimpin bisa mentransform rasa terima ksih yang tulus kedalam  dorongan yang positif untuk perubahan dan kesuksesan yang dipimpinnya  dan dalam organisasi secara umum.</p>
<p>Sebelum saya lanjutkan, saya harus menggarisbawahi sebuah kata penting dalam kalimat sebelumnya – tulus.<br> Harap diketahui bahwa semua saran yang mengikuti akan membuat perubahan  yang besar, tapi perbedaan hanya akan menjadi positif (bagi Anda dan  yang lainnya) saat rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> anda adalah tulus, otentik, dan  dirasakan dalam hati.</p>
<p>Pada akhirnya, saya berharap Anda melihat bahwa rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> adalah jauh dari sikap lembut, “ baik dilakukan”. Sebaliknya, ini adalah  hal penting dan kunci kesuksesan Anda sebagai seorang pemimpin.</p>
<p>Semua ini berawal dari fundamental.</p>
<p><strong>Tiga fundamental pertama</strong></p>
<ol>
<li>
<strong>Lihatlah.</strong> Sebagai seorang pemimpin, ada banyak hal dalam  pikiran Anda. Untuk ber<strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong>, pertama Anda harus melihat atau  memperhatikan  hal-hal yang harus disyukuri. Apakah Anda ingin lebih  sering bersyukur? Maka set pikiran Anda untuk mencari hal-hal yang patut  disyukuri. Setelah Anda men-set pikiran alam bawah sadar, Anda akan  lebih sering menemuinya.</li>
<li>
<strong>Katakan. </strong>Anda bersyukur atau ber<strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> atas apa yang  sudah dilakukan seseorang? Biarkan mereka tahu! Saat Anda melihat  seseuatu yang untuk dihargai atau disyukuri, biarkan orang lain tahu  dengan mengatakan pada mereka. Dan pada saat itu, buatlah rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> Anda spesifik. Bisa dalam bentuk ucapan <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> yang  sederhana, tapi juga bisa dengan kebiasaan memberikan feedback yang  lebih positif.</li>
<li>
<strong>Tuliskan.</strong> Bisa dalam bentuk email, tapi, lebih baik dalam  bentuk note dengan tulisan tangan. Biarkan orang lain tahu apa yang Anda  lihat, bagaimana Anda merasakannya dan mengapa begitu penting.  Kata-kata ini akan dibaca, dan diulang, dan mungkin dibagi dengan orang  lain. Kebanyakan orang yang pernah saya tanyai mengatakan mereka  memiliki file surat dan komentar positif yang diterima dari orang lain.  Sebagai seorang pemimpin orang akan menyimpan Anda dalam ingatan yang  positif, mungkin file penting, dengan kata-kata Anda.</li>
</ol>
<p>Ini adalah nasehat yang baik dalam kehidupan kita, tapi sebagai  seorang pemimpin, saat kita melihat, mengatakan, dan atau menuliskan <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> kita pada orang lain akan membuat perbedaan yang besar.  Sebagai pemimpin, Anda memiliki tempat istimewa dalam kehidupan orang  lain. Kata-kata, opini dan tindakan Anda diperhatikan. Rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> yang Anda bagi dalam percakapan atau diatas kertas benar-benar mengubah  kehidupan seseorang.</p>
<p><strong>Final Fundamental – Komponen Transformasi</strong><br> Saya mulai dengan mengatakan bahwa saat kita bersyukur, hal-hal baik  terjadi pada kita. Saat kita memikirkan dari perspektif kepemimpinan,   kami menyadari potensi benefitnya jauh lebih besar.</p>
<p><strong>Final fundamental adalah dengan membaginya.</strong><br> Rasa terimakasih adalah virus emosi – artinya yang bisa menyebar dengan cepat.<br> Sebagai seorang pemimpin Anda lebih dari sekedar pembawa penyakit emosi  yang menular (positif atau negative) – Anda bisa menyebarkannya dengan  lebih cepat dan lebih jauh daripada orang lain.  Saat Anda berbagi dan  memberikan panutan rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> seperti yang dijelaskan diatas,  Anda mulai merubah budaya dan lingkungan kerja secara positif.</p>
<p>Hasil dari perubahan-perubaha ini bisa menghasilkan kinerja dan  teamwork yang meningkat, mengurangi stress, masa retensi yang lebih  tinggi dan banyak lagi.</p>
<p>Harapannya, Anda melihat dengan bersyukur lebih dari seseuatu yang  bisa atau harus Anda lakukan pada proyek besar atau saat-saat tertentu  dalam satu tahun. Dibandingkan, rasa <strong><a title="Pengusaha Muslim" href="baca/artikel/961/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank"><strong>terima kasih</strong></a></strong> yang tulus selalu  tepat dan selalu dilakukan.</p>
<p>Pemimpin besar tahu hal ini. Ini adalah sebuah cara untuk memberikan feedback yang lebih baik dan mengembangkan orang lain.</p>
<p>Sumber:http://EzineArticles.com<br> Oleh: Kevin Eikenberry, seorang penulis bestselling, pembicara, trainer dan Chief Potential Officer di Kevin Eikenberry Group.</p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com<br> Artikel: <a title="www.pengusahamuslim.com" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 