
<p><span style="font-weight: 400;">Ibrahim an-Nakha’i, seorang ulama era tabiin mengatakan bahwa para ulama berkata, </span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ يا حِمَارُ يَا كَلْبُ يَا خِنْزِيْرُ قَالَ اللَّهُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَتَرَانِيْ خَلَقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيْرًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seorang itu memaki orang lain dengan kata-kata hei keledai, hei anjing, hei babi maka nanti pada hari Kiamat Allah akan mencelanya dengan mengatakan, ‘Apakah kau lihat aku menciptakannya sebagai anjing, keledai atau babi?!’” (<em>Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah</em> nomor 25585)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara dosa besar adalah mencaci seorang muslim.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dosa besar itu dosanya tidak terhapus dengan sholat lima waktu, puasa Ramadhan dll.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dosa besar hanya terhapus dengan sungguh-sungguh bertaubat dan menyesal dengan mendalam. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika cacian yang ditujukan kepada seorang muslim itu dengan menyebut-nyebut jenis hewan tertentu dosanya dobel:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">✅ Dosa mencaci maki</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">✅ Dosa bohong karena yang dia caci itu manusia bukan hewan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua ucapan dan tulisan itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah jadikan penulis dan semua pembaca tulisan ini orang-orang yang bisa menjadikan lisan dan jarinya sumber pahala. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p> </p>
 