
<p>Kita saksikan sebagian pria masih saja menggunakan <span lang="id-ID">cincin dari emas karena menganggap bolehnya. Kita dapat temui misalnya pada cincin pernikahan. Apakah benar cincin emas diperbolehkan bagi laki-laki?</span> </p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Para pembaca rumaysho.com sekalian yang semoga selalu dirahmati oleh Allah </span><span lang="id-ID"><em>Ta’ala</em></span><span lang="id-ID">. Perlu diketahui bahwa para ulama berijma’ (sepakat) akan haramnya penggunaan emas sebagai perhiasan (seperti kalung dan cincin) bagi laki-laki.</span></p>
<p>  <!--more-->  </p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Dalilnya adalah hadits berikut ini,</p>
<p dir="RTL" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">“<span lang="id-ID">Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa</span><span lang="id-ID"> sallam bersabda, ‘</span><span lang="id-ID"><em>Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria’</em></span><span lang="id-ID">.” (HR. An Nasai no. 5148 dan Ahmad 4/392. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini </span><span lang="id-ID"><em>shahih</em></span><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Sedangkan secara khusus mengenai cincin emas terjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama dalam hal ini akan haramnya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Al Bukhari dan selainnya, </span></p>
<p dir="RTL" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">نَهَى عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">“<span lang="id-ID"><em>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki)</em></span><span lang="id-ID">”. (HR. Bukhari no. 5863 dan Muslim no. 2089). Sudah dimaklumi bahwa asal larangan adalah haram.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Imam Nawawi </span><span lang="id-ID"><em>rahimahullah </em></span><span lang="id-ID">berkata dalam Syarh Shahih Muslim (14/32), “Emas itu haram bagi laki-laki berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” Dalam kitab yang sama (14/65), Imam Nawawi juga berkata, “Para ulama kaum muslimin sepakat bahwa cincin emas halal bagi wanita. Sebaliknya mereka juga sepakat bahwa cincin emas haram bagi pria.”</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Dalam Al Majmu’, Imam Nawawi </span><span lang="id-ID"><em>rahimahullah </em></span><span lang="id-ID">berkata, “Dibolehkan bagi para wanita yang telah menikah dan selainnya untuk mengenakan cincin perak sebagaimana dibolehkan cincin emas bagi mereka. Hal ini termasuk perkara yang disepakati oleh para ulama dan tidak ada khilaf di dalamnya.” (Al Majmu’, 4/464)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID"><em>Wallahu waliyyut taufiq.</em></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: center;" lang="id-ID"> </p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: center;" lang="id-ID"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bagaimana hukum emas putih, silakan klik tulisan selanjutnya <a target="_blank" title="Hukum Emas Putih Rumaysho.com" href="https://rumaysho.com/hukum-islam/umum/hukum-emas-putih-1772">di sini</a>.</strong></span></p>
<p> </p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID">Al Majmu’, Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Ya’sub [sesuai cetakan].</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, </span><span lang="id-ID">21/280, terbitan Kementrian Agama dan Urusan Islamiyyah Kuwait.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span lang="id-ID">Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, </span><span lang="id-ID">terbitan Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID"> </p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID">In the morning before long trip to Riyadh KSA @ Panggang-Gunung Kidul, 23 Jumadats Tsaniyyah 1432 H (26/05/2011)</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.rumaysho.com/"><span lang="id-ID">www.rumaysho.com</span></a></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="id-ID"> </p>
 