
<p><iframe loading="lazy" src="//www.youtube.com/embed/pm73tJAcpn8?rel=0" width="500" height="281" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br>
<!--more--></p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Cara Salam ketika Shalat</strong></h2>
<p>1. Salam termasuk rukun shalat. Sehingga orang yang meninggalkan salam, baik dengan sengaja maupun lupa maka shalatnya batal. Dari Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah s<em>hallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ</p>
<p><em>“Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam.”</em> (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth) <strong>Makna:</strong>  Mengharamkannya: batas yang mengharamkan untuk melakukan kesibukan di luar shalat  Menghalalkannya: batas yang menghalalkan untuk melakukan kesibukan di luar shalat 2. Salam yang statusnya rukun shalat adalah salam pertama, sedangkan salam kedua hukumnya sunah. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah melakukan salam sekali. Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau menceritakan,<!--more--></p>
<p class="arab">أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كان يسلم تسليمة واحدة</p>
<p>“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.” (HR. Baihaqi). 3. Inti dari salam adalah bacaan <em>Assalamu alaikum wa rahmatullah</em>….dst. Sementara menoleh ketika salam, hukumnya anjuran dalam madzhab Syafiiyah. Sehingga shalat tetap sah, sekalipun tidak menoleh ketika salam. Imam An-Nawawi mengatakan,</p>
<p class="arab">ولو سلم التسليمتين عن يمينه أو عن يساره أو تلقاء وجهه أجزأه وكان تاركا للسنة</p>
<p>Jika ada orang yang mengucapkan salam dua kali ke kanan atau ke kiri, atau menghadap ke arah depan (tidak menoleh), shalatnya sah, sekalipun dia meninggalkan sunah. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/478). 4. Dianjurkan untuk menoleh secara maksimal ketika salam dua kali, sehingga pipi orang yang shalat kelihatan dari belakang. Dari Sa’d bin Abi Waqqash <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَنْ يَسَارِهِ، حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ</p>
<p><em>”Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Hingga aku melihat putihnya pipi beliau.”</em> (HR. Muslim 582). 5. Tata cara salam ada 5: <strong>A.</strong> Mengucapkan, ”<em>Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”</em> ketika menoleh ke kanan dan ke kiri. Dari Abu Ubaidah,</p>
<p class="arab">أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، يَجْهَرُ بِكِلْتَيْهِمَا</p>
<p>Bahwa Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> salam ke kanan dengan mengucapkan,<em> “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”</em> dan menoleh ke kiri dengan membaca, <em>“Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”</em> beliau mengeraskan keduanya. (HR. Abdurazaq dalam Mushannaf, 3129). Hal yang sama juga dilakukan sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma (Mushanaf Abdurazaq 3134). <strong>B.</strong> Mengucapkan, <em>”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”</em> ketika salam pertama dan mengucapkan, <em>”Assalamu alaikum wa rahmatullah”</em> pada saat salam kedua. Dari Wali bin Hujr<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ»</p>
<p>“Saya shalat bersama Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Beliau mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan, <em>”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”</em> dan ketika menoleh ke kiri beliau mengucapkan, <em>”Assalamu alaikum wa rahmatullah.”</em> (HR. Abu Daud 997 ) <strong>C.</strong> Mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah” ketika menoleh ke kanan dan ke kiri. Dari Ibnu Mas’ud<em> radhiyallahu ‘anhu,</em></p>
<p class="arab">رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ</p>
<p><em>“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam ke kanan dan ke kiri, mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah”, hingga terlihat putihnya pipi beliau.”</em> (HR. Nasai, Abu Daud. <strong>D.</strong> Salam pertama mengucapkan,<em> ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.”</em> dan salam kedua mengucapkan, <em>”Assalamu alaikum.”</em> Dari Wasi’ bin Hibban, beliau pernah bertanya kepada Ibnu Umar tentang tata cara shalat Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Beliaupun mempraktekkannya, diantaranya,</p>
<p class="arab">وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَمِينِهِ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ</p>
<p>Wasi’ menyebutkan bahwa Ibnu Umar mengucapkan<em> ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.”</em> ketika menoleh ke kanan dan mengucapkan<em> ”Assalamu alaikum.”</em> ketika menoleh ke kiri. (HR. Nasai dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). <strong>E.</strong> Salam sekali dengan hanya mengucapkan <em>”Assalamu alaikum.”</em> Aisyah menceritakan tata cara shalat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">ثم يسلم تسليمة واحدة، السلام عليكم، يرفع بها صوته، حتى يوقظنا</p>
<p>”Kemudian beliau salam sekali, mengucapkan<em> ’Assalamu alaikum’</em> dengan mengangkat suaranya, sehingga membangunkan kami.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). 6. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terkadang salam sekali dengan menoleh sedikit ke arah kanan, Aisyah menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الْأَيْمَنِ قَلِيلًا</p>
<p>”Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melakukan salam sekali ketika shalat ke arah depan dengan menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Daruquthni, al-Hakim, dan dishahihkan adz-Dzahabi).</p>
<h3><strong>Kesalahan Ketika Salam dalam Shalat</strong></h3>
<p><strong>1. Membuka tangan kanan dan kiri ketika menoleh pada saat salam.</strong> Kebiasaan ini pernah dilakukan sebagian sahabat di zaman Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> Dari Jabir bin Samurah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> ”Ketika kami shalat bersama Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kami mengucapkan <em>”Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah”</em> sambil berisyarat dengan kedua kanan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengingatkan,</p>
<p class="arab">عَلَامَ تُومِئُونَ بِأَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ؟ إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَلَى يَمِينِهِ، وَشِمَالِهِ</p>
<p><em>”Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya.</em> (HR. Muslim, Nasai, dan yang lainnya). Wallahu waliyyut taufiq <strong>Artikel www.CaraSholat.com</strong></p>
<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content --> 