
<p><iframe loading="lazy" src="//www.youtube.com/embed/j3Ntq_-54kQ?rel=0" height="315" width="560" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Video Panduan Shalat: Cara Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat</strong></h2>
<p><!--more--></p>
<h3><strong>Bangkit ke Rakaat Ketiga</strong></h3>
<p>1. Bangkit ke rakaat ketiga seusai tasyahud awal dengan membaca <em>Allahu akbar</em>.</p>
<p>2. Bangkit ke rakaat ketiga dilakukan dengan bertumpu pada kedua tangan. Artinya, lutut lebih dulu naik, sebelum kedua tangan.</p>
<p>3. Kedua telapak tangan dalam posisi <em>‘ajn</em> (seperti orang membuat adonan). Bisa dalam posisi terbuka atau dikepalkan. Sebagaimana keterangan Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>,</p>
<p class="arab">رَأَيتُ رَسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْجِنُ فِي الصَّلاَةِ</p>
<p>“Saya melihat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melakukan ‘ajn ketika shalat.” (HR. Thabrani dalam Al-Ausath, dan dishahihkan dalam Silsilah As-Shahihah, no. 2674)</p>
<p>Dalam riwayat lain dari Al-Azraq bin Qais, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">رَأَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بن عُمَرَ وَهُوَ يَعْجِنُ فِي الصَّلاةِ يَعْتَمِدُ عَلَى يَدَيْهِ إِذَا قَامَ</p>
<p>“Saya melihat Abdullah bin Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, melakukan ‘ajn ketika shalat, bertumpu dengan kedua tanganya ketika hendak berdiri.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath).</p>
<p>4. Dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan ketika bangkit dari tasyahud. Mengangkat kedua tangan dilakukan setelah berdiri sempurna di <a title="rakaat ketiga" href="http://carasholat.com/" target="_blank">rakaat ketiga</a>.</p>
<p>Sebagaimana keterangan sahabat Abu Humaid <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">إِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا كَبَّرَ عِنْدَ افْتِتَاحِ الصَّلَاةِ</p>
<p>Apabila beliau bangkit setelah mendapat dua rakaat, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangan beliau sejajar pundak, seperti ketika beliau melakukan takbiratul ihram. (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).</p>
<h3><strong>Bangkit ke Rakaat Keempat</strong></h3>
<p>1. Bangkit ke ra kaat keempat dengan membaca takbir</p>
<p>2. Dianjurkan untuk sesekali mengangkat kedua tangan ketika bangkit ke rakaat keempat, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Awanah dan Nasai dengan sanad shahih.</p>
<h3><strong>Kesalahan Ketika Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat</strong></h3>
<p>1. Tidak membaca takbir intiqal ketika bangkit ke rakaat ketiga atau keempat. Tindakan semacam ini jika dilakukan dengan sengaja bisa membatalkan shalat.</p>
<p>2. Membaca takbir intiqal setelah berdiri sempurna. Perbuatan ini termasuk meletakkan takbir intiqal tidak pada tempatnya.</p>
<p>3. Membaca takbir intiqal yang terlalu panjang: <em>Allaaaaaaa…….hu akbar</em>. Semacam ini biasanya dilakukan oleh imam yang memulai membaca takbir intiqal sejak duduk istirahat sampai berdiri sempurna.</p>
<p>4. Berdiri dengan bertumpu pada lutut. Perbuatan ini tidak sesuai sunah yang benar</p>
<p>5. Mendahului imam bangkit ke rakaat berikutnya. Perbuatan kurang sabar ini bisa membatalkan shalat.</p>
<p>6. Tidak memperhatikan sunah mengangkat tangan ketika bangkit seusai <a title="tasyahud awal" href="http://carasholat.com/dua-catatan-untuk-tasyahud-awal-dalam-sholat/" target="_blank"><strong>tasyahud awal</strong></a>.</p>
<p><strong>Artikel www.CaraSholat.com</strong></p>
<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content --> 