
<p>Ada amalan ringan lagi dibaca bakda shalat yaitu membaca ayat kursi. Keutamaannya adalah jadi <a href="https://rumaysho.com/11758-masuk-surga-bukan-dengan-amalan-benarkah.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">sebab masuk surga</span></strong></a>.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
<p align="center"><strong><span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 18pt;">بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ</span></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/buluhul-maram-cara-shalat" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bab Sifat Shalat</strong></span></a></span></p>

<p> </p>
<h2>Hadits #326/60</h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلاَ الْمَوْتُ». رَوَاهُ الْنَّسَائيُّ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ.</span></p>
<p>Dari Abu Umamah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barang siapa <a href="https://rumaysho.com/1963-hukum-memajang-ayat-kursi.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>membaca ayat kursi</strong></span></a> setiap selesai shalat fardhu, maka tiada yang menghalanginya masuk surga kecuali maut (kematian).</em>” (HR. An-Nasai dan disahihkan oleh Ibnu Hibban) [HR. An-Nasai dalam Al-Kubra, 9:44 dan dikuatkan oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib, 2:453].</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَزَادَ فِيْهِ الطَّبْرَانِي وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ</span></p>
<p>Ath-Thabrani menambahkan, “Dan bacalah surah Al-Ikhlas.” [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabiir, 8:114, ini adalah tambahan munkaroh].</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/3600-kisah-setan-yang-mengajarkan-ayat-kursi-pada-abu-hurairah.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Kisah Setan yang Mengajarkan Ayat Kursi pada Abu Hurairah</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca ayat kursi pada dubur shalat.</li>
<li>Keutamaan membaca ayat kursi bakda shalat adalah jadi sebab masuk surga.</li>
<li>Dubur shalat yang dimaksudkan dalam bahasan ini adalah bakda salam. Karena letak membaca Al-Qur’an adalah saat berdiri dalam shalat, bukan sebelum salam.</li>
<li>Kandungan dari ayat kursi adalah berisi penjelasan dasar-dasar nama dan sifat Allah, keesaan Allah, <a href="https://rumaysho.com/11777-merenungkan-nama-allah-al-hayyu-al-qayyum.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>sifat Allah Yang Mahahidup, sifat Allah yang Qayyum (tidak bergantung pada makhluk-Nya)</strong></span></a>, sifat ilmu, menguasai, kemampuan Allah, dan kehendak Allah. Sedangkan kandungan dari surah Al-Ikhlas adalah membicarakan tentang sifat-sifat Allah secara khusus.</li>
<li>Dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amir juga ada anjuran membaca surah<strong><em> al-mu’awwidzaat.</em></strong>
</li>
</ol>
<p>Dari ‘Uqbah bin ‘Amir <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ</span></p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan padaku untuk membaca <strong><em>mu’awwidzaat</em></strong> di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An-Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p>Yang dimaksud <strong><em>mu’awwidzaat</em></strong> adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani. (<em>Fath Al-Bari,</em> 9:62)</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: </span></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="font-size: 14pt;"><a href="https://rumaysho.com/24933-empat-waktu-istimewa-membaca-surat-al-ikhlas-al-falaq-an-naas.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Empat Waktu Istimewa Membaca Mu’awwidzaat</span></a></span></strong></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/25497-40-kiat-agar-tidak-diganggu-setan-lakukanlah-amalan-amalan-ini.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000; font-size: 14pt;"><strong>40 Kiat Agar Tidak Diganggu Setan</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<h3>Lihat video KEUTAMAAN MEMBACA AYAT KURSI BAKDA SHALAT</h3>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/ilILNb1Y6Lg" width="auto" height="auto" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" data-mce-type="bookmark" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p> </p>
<h3>Referensi</h3>
<ul>
<li>
<em>Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram.</em> Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:197-199.</li>
<li>
<em>Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah.</em> Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:512-513.</li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Rabu Sore, 1 Dzulqa’dah 1443 H, 1 Juni 2022</p>
<p><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul</a></p>
<p>Oleh: <strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></strong></p>
 