
<p>Inilah hadits seputar masjid dari kitab Bulughul Maram. Di dalamnya diterangkan bahayanya jika kubur orang saleh dijadikan layaknya masjid.</p>
<p> </p>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
</div>
<div>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَابُ المسَاجِدِ</p>
</div>
<div>
<p align="center"><strong><span style="font-size: 18pt;">Bab Seputar Masjid</span></strong></p>
</div>

<h2>Hukum Membangun Masjid di Atas Kubur</h2>
<h3>Hadits #252</h3>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَاتَلَ اللهُ الْيَهُودَ: اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَزَادَ مُسْلِمٌ: «وَالنَّصَارَى».</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Allah membinasakan orang-orang Yahudi yang telah menjadikan kuburan-kuburan Nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)</em>.” (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>. Imam Muslim menambahkan, “<em>Begitu juga dengan kaum Nasrani.</em>“) [HR. Bukhari, no. 437 dan Muslim, no. 530]
</p>
<p> </p>
<h3>Hadits #253</h3>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَلَهُمَا: مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: «كَانَوا إذَا مَاتَ فِيْهِمُ الرَّجُلُ الصَالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِداً»، وَفِيْهِ: «أُولَئِكِ شِرَارُ الْخَلْقِ».</p>
<p>Menurut riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> bahwa apabila ada laki-laki saleh di antara mereka yang meninggal dunia, mereka membangun masjid di atas kuburannya. Dalam hadits itu disebutkan, “<em>Mereka itu sejelek-jelek makhluk</em>.” [HR. Bukhari, no. 434 dan Muslim, no. 528]
</p>
<p> </p>
<p>Faedah hadits</p>
<ol>
<li>“<em>Qaatalallahul Yahuda</em>”, maksudnya adalah Allah itu melaknat Yahudi. Laknat artinya dijauhkan dari rahmat Allah. Kalimat dalam hadits bermakna pengabaran dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Kalimatnya adalah kalimat <em>khabar</em>, tetapi bermakna doa. Hal ini berarti Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mendoakan agar orang Yahudi jauh dari rahmat Allah. Walaupun dalam lafaz lain terdapat doa laknat juga kepada Nasrani.</li>
<li>Yahudi berarti penyandaran kepada syariat Musa ‘<em>alaihish shalaatu was salaam</em>. Yahudi disandarkan kepada Yahudi akbar yaitu putra-putra Ya’qub ‘<em>alaihish shalaatu was salaam</em>. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka rujuk dan bertaubat dari penyembahan kepada anak sapi. Nasrani berarti penyandaran kepada syariat Isa ‘<em>alaihish shalaatu was salaam</em>. Mereka disebut Nasrani karena mereka turun di suatu kampung yang bernama <em>Naashirah</em>. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka menyatakan kalau mereka adalah “<em>anshorullah</em>” (penolong agama Allah).</li>
<li>Mereka menjadikan kubur nabi mereka <strong>sebagai masjid, yaitu sebagai tempat shalat (tempat ibadah)</strong>. Hal ini merujuk pada Yahudi karena ada kubur nabi mereka yang dijadikan sebagai masjid. Adapun Nasrani tidak menjadikan kubur Isa sebagai masjid. Tempat ibadah di kalangan Nasrani disebut dengan Kanisah. <strong>Secara umum, Yahudi dan Nasrani menjadikan kubur nabi dan para tokoh mereka sebagai tempat ibadah.</strong>
</li>
<li>Yang dimaksud, <em>mereka adalah sejelek-jelek makhluk</em> yaitu mereka telah menimbulkan kerusakan dengan <strong>berbuat syirik kepada Allah di muka bumi</strong>. Segala perbuatan yang menjadi <em>wasilah</em> (perantara) menuju syirik, maka pelakunya pantas disifati dengan “<em>sejelek-jelek makhluk</em>”.</li>
<li>Hadits ini jadi dalil diharamkannya membangun masjid di atas kubur. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena disebut sebagai perbuatan sejelek-jeleknya makhluk.</li>
<li>Perbuatan membangun masjid di atas kubur termasuk perilaku Yahudi dan Nasrani. Ini termasuk bentuk sikap berlebihan terhadap nabi dan orang saleh di tengah-tengah mereka.</li>
<li>Membangun masjid di atas kubur termasuk <em>wasilah</em> (perantara) terbesar dan peribadahan kepada selain Allah. Shalat di sisi kubur juga termasuk <em>wasilah</em> dalam hal ini. Inilah yang disebut menjadikan kubur sebagai masjid.</li>
<li>Membangun masjid di atas kubur termasuk jalan menuju <strong>jenis syirik</strong>. Akhirnya, ada peribadahan pada kubur dan ada iktikaf di situ.</li>
<li>Sebagian umat yang mengaku muslim di berbagai negara muslim ada yang mengikuti jejak Yahudi dan Nasrani.</li>
<li>Disebutkan dalam kitab <em>Fath Al-Majid</em> (hlm. 243), Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab sampai berkata, “Syirik dan penyembahan pada kubur terjadi karena sebab Rafidhah (kaum Syiah). Merekalah yang pertama kali membangun masjid di atas kubur.”</li>
<li>Menjadikan kubur sebagai masjid terdapat dua kerusakan di dalamnya, yaitu: (a) kerusakan terhadap kubur dan membangun masjid di atasnya; (b) kerusakan penyembahan kepada selain Allah.</li>
</ol>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/14599-doa-ziarah-kubur-dan-faedahnya.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Doa Ziarah Kubur dan Faedahnya</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/6836-rumah-yang-seperti-kuburan.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Rumah yang Seperti Kuburan</strong></span></a></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><em>Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:469-472.</p>
<p>—</p>
<p>Selasa pagi, 28 Safar 1443 H, 5 Oktober 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 