
<p>Bacaan surah Nabi Muhammad ketika shalat Maghrib apakah identik dengan surah pendek? Kalau kita lihat dari praktik beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> beliau terkadang membaca selain surah pendek, seperti surah Ath-Thuur yang dibicarakan dalam hadits Bulughul Maram berikut ini.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
<p align="center"><strong><span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 18pt;">بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ</span></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/buluhul-maram-cara-shalat" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bab Sifat Shalat</strong></span></a></span></p>

<h2></h2>
<h3>Bacaan Surah Ketika Shalat Maghrib</h3>
<h3>Hadits #289</h3>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">عَن جُبَيْرِ بْنِ مُطعِم رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَال:َ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ في المَغْرِبِ بِالطُّوْرِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</span></p>
<p>Dari Jubair bin Muth’im <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca surah Ath-Thuur ketika shalat Maghrib. (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>) [HR. Bukhari, no. 765 dan Muslim, no. 463]
</p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hadits ini jadi dalil bahwa shalat Magrib itu <strong>jahar</strong>.</li>
<li>Terkadang dalam shalat Maghrib bisa dengan membaca surah panjang. Surah Ath-Thuur termasuk surah <em>thiwal mufashshal</em>. Sehingga ini menunjukkan bahwa shalat Maghrib tidak selalu dengan surah pendek. Di kesempatan lain, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca surah Al-Mursalat ketika shalat Maghrib. Begitu pula, beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah membaca surah Al-A’raf dan beliau membagi menjadi dua dalam dua rakaat shalat Maghrib.</li>
<li>Jubair bin Muth’im masuk Islam lantaran mendengar surah Ath-Thuur. Ia mendengar surah tersebut ketika masih dalam keadaan kafir. Lalu beliau menyampaikannya ketika sudah masuk Islam. Hal ini menunjukkan bahwa seorang perawi boleh menyampaikan hadits saat ia telah masuk Islam atau saat telah memenuhi ‘<em>adalah</em>, walaupun ia mendengar hadits tersebut dalam keadaan kafir atau <em>fasik (</em>lawan dari ‘<em>adalah)</em>.</li>
</ol>
<p>Imam Bukhari meriwayatkan dari Jubair bin Muth’im, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca surah Ath-Thur pada shalat Maghrib. Ketika sampai pada ayat berikut,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (35) أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ (36) أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (37) أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (38)</span></p>
<p>“<em>Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa? Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata</em>.”(QS. Ath-Thur: 35-38). Jubair menyatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">كَادَ قَلْبِى أَنْ يَطِيرَ</span></p>
<p>“Hampir-hampir saja hatiku terbang.” (HR. Bukhari, no. 4854). Ketika itu, Jubair masih dalam keadaan musyrik. Selain itu, peristiwa inilah yang mengantarkannya untuk masuk Islam. Lihat <em>Fiqh As-Sirah</em>, hlm. 267.</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga:</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/31172-bulughul-maram-shalat-tipe-surah-yang-dibaca-nabi-dalam-shalat-lima-waktu.html"><strong>Bulughul Maram – Shalat: Tipe Surah yang Dibaca Nabi dalam Shalat Lima Waktu</strong></a></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/20795-faedah-sirah-nabi-pelajaran-dari-menawarkan-islam-kepada-tokoh-dan-kabilah.html" target="_blank" rel="noopener">Menawarkan Islam kepada Tokoh dan Kabilah</a></span></strong></span></li>
</ul>
<p> </p>
<h4>Referensi:</h4>
<ul>
<li>
<em>Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram.</em> Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:85-86.</li>
<li>
<em>Fiqh As-Sirah.</em> Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. hlm. 267.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Senin pagi, 8 Jumadal Ula 1443 H, 13 Desember 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 