
<h2>Wanita Belum Menikah Mau Qurban</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Ada wanita yang belum menikah, tapi memiliki kelebihan rizki. Bolehkah dia berqurban untuk dirinya sendiri?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Alhamdulillah was shalatu was salam ala rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p><a title="qurban" href="https://konsultasisyariah.com/bolehkah-wanita-yang-belum-menikah-berqurban-sendiri" target="_blank"><strong>Berqurban</strong></a> termasuk sunah muakkad (amal yang sangat dianjurkan), bagi orang yang mampu, baik lelaki maupun wanita. Tidak ada bedanya apakah dia sudah menikah atau belum menikah.</p>
<p>Ibnu Hazm mengatakan:</p>
<p class="arab">والأضحية للمسافر كما هي للمقيم ولا فرق , وكذلك المرأة ، لقول الله تعالى : (وَافْعَلُوا الْخَيْرَ) والأضحية فعل خير . وكل من ذكرنا محتاج إلى فعل الخير مندوب إليه , ولما ذكرنا من قول رسول الله صلى الله عليه وسلم في التضحية ولم يخص عليه السلام باديا من حاضر , ولا مسافرا من مقيم , ولا ذكرا من أنثى , فتخصيص شيء من ذلك باطل لا يجوز</p>
<p>Berqurban boleh dilakukan bagi musafir, sebagaimana boleh dilakukan bagi mukim, dan tidak ada bedanya. Demikian pula wanita. Sebagaimana yang Allah tegaskan: [وَافْعَلُوا الْخَيْرَ] : “<em>Lakukanlah yang baik</em>.” (QS. Al-Hajj: 77). Dan berqurban termasuk amal baik. Semua jenis manusia yang kami sebutkan, yang butuh amal baik, dianjurkan untuk berqurban. Juga berdasarkan sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang berqurban, dan beliau tidak membedakan antara orang pelosok dengan orang kota, musafir dengan mukim, lelaki dengan wanita. Karena itu, membeda-bedakan mereka adalah salah, dan tidak dibolehkan. (<em>al-Muhalla</em>, 6:37).</p>
<p>Aturan yang berlaku bagi wanita yang hendak berqurban, sama halnya dengan aturan bagi yang lain. Seperti tidak boleh potong kuku, potong rambut, atau yang lainnya. Berdasarkan hadis dari Ummu Salamah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ</p>
<p>“<em>Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh sedikit pun bagian dari rambut dan kukunya</em>.” (HR. Muslim).</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
<p><a title="fikih qurban" href="https://konsultasisyariah.com/category/fikih/ibadah-fikih/fikih-qurban/" target="_blank"><strong>Lihat Artikel kategori Qurban</strong></a></p>
 