
<h4><span style="color: red;">Fatwa Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz <em><strong>rahimahullah</strong></em></span></h4>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p align="LEFT">Jika seseorang shalat tarawih berjama’ah bersama imam yang 23 raka’at, namun orang tersebut hanya shalat 11 raka’at saja. Apakah perbuatan ini sesuai dengan sunnah?</p>
<p align="LEFT"><strong>Jawab:</strong></p>
<p align="LEFT">Yang sesuai dengan sunnah adalah tetap mengikuti imam meski ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>bersabda:</p>
<p class="arab">من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة</p>
<p align="LEFT">“<em>Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk</em>” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)</p>
<p align="LEFT">dalam lafazh yang lain:</p>
<p class="arab">بقية ليلته</p>
<p align="LEFT">“<em>Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya</em>” (HR. Ahmad, no. 20474)</p>
<p align="LEFT">Maka yang paling <em>afdhal </em>bagi seorang ma’mum adalah mengikuti imam sampai imam selesai. Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain. Inilah yang paling baik.</p>
<p align="LEFT">Selain itu, shalat <a href="https://muslim.or.id/4315-shalat-tarawih-2-11-atau-23-rakaat.html">tarawih 23 rakaat</a> pernah dilakukan oleh Umar <em>Radhiallahu’anhu </em>dan sahabat yang lain. Ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah <em>Khulafa Ar Rasyidin</em>. Hal ini memiliki dalil dari hadits Ibnu Umar <em>Radhiallahu’anhuma</em>, dari Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:</p>
<p class="arab">صلاة الليل مثنى مثنى فإذا خشي أحدكم الصبح صلى واحدة توتر له ما قد صلى</p>
<p align="LEFT">“<em>Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil</em>” (<em>Muttafaqun ‘ilaihi</em>)</p>
<p align="LEFT">Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>tidak membatasi rakaat shalat malam dengan batasan jumlah tertentu, namun yang beliau katakan:</p>
<p class="arab">صلاة الليل مثنى مثنى</p>
<p align="LEFT">“<em>Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat</em>”</p>
<p align="LEFT">Namun memang lebih <em>afdhal</em> jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> pada shalat malamnya. Alasan lain, karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat, pent) di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan <a href="https://muslim.or.id/55959-status-orang-yang-meninggalkan-puasa-ramadhan.html">Ramadhan</a>. Namun bila ada yang melakukannya lebih dari itu, atau kurang dari itu, tidak masalah. Karena perkara rakaat tarawih adalah perkara yang longgar.</p>
<p align="LEFT">Sumber: <span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ibnbaz.org.sa/mat/1028</span></span></p>
<p align="LEFT">—</p>
<p align="LEFT">Penerjemah: <a href="http://kangaswad.wordpress.com">Yulian Purnama<br>
</a>Artikel <a href="https://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
<p align="LEFT">Simak pula artikel shalat tarawih 11 ataukah 23 raka’at, <strong>di sini</strong>.</p>
 