
<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Apa hukum bersumpah atas nama ka’bah atau yang sejenisnya? Dan bagaimanakah lafadz sumpah yang diperbolehkan?</p>
<p><strong>Jawaban: </strong></p>
<p>Seseorang tidak boleh bersumpah atas nama ka’bah maupun makhluk-makhluk yang lain. Hal ini berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>:</p>
<p class="arab">مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah atau jika tidak maka diamlah”. </em>(Muttafaq ‘alaihi)</p>
<p>Demikian juga dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dari sahabat ‘Umar bin Khattab <em>radhiallahu ‘anhu,</em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">من حلف بشيء دون الله فقد أشرك</p>
<p>“<em>Barangsiapa bersumpah dengan selain nama Allah maka dia telah berbuat syirik.”</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>juga bersabda,</p>
<p class="arab">من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك</p>
<p>“<em>Barangsiapa bersumpah dengan selain nama Allah maka dia telah kafir atau berbuat syirik.” </em>(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari sahabat ‘Abdullah bin Umar bin Khattab <em>radhiallahu ‘anhuma</em>)</p>
<p>Hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal ini sangat banyak sekali. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan haramnya bersumpah atas nama ka’bah, amanah, Nabi dan seluruh makhluk yang lainnya.</p>
<p>Sumpah yang disyariatkan adalah bersumpah dengan nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Seseorang bersumpah dengan mengatakan: <span class="arab"> وَاللهِ </span> atau <span class="arab"> بِاللهِ </span> atau<span class="arab"> تَاللهِ </span> (demi Allah) aku akan melakukan hal ini, atau aku tidak akan melakukan hal itu. Kemudian seandainya seseorang bersumpah dengan selain lafadz <em>jalalah</em> (Allah), maka dia dapat bersumpah dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang lain seperti Ar-Rahman, Ar-Rahiim, Raja di antara para raja, Ilmu Allah, dan yang semacamnya.</p>
<p>Adapun Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sering bersumpah dengan lafadz, <span class="arab">وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ </span> (Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya).</p>
<p>Allah-lah sebaik-baik pemberi taufiq.</p>
<p>***</p>
<p><a href="https://muslimah.or.id">Muslimah.or.id</a><br>
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/51<br>
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 