
<h2 style="text-align: center;">Fatwa Syaikh Abdur Rahman Nashir Al-Barak (Anggota Dewan Dosen Universitas Imam Bin Su’ud KSA)</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bolehkah mengucapkan lafazh doa “<em>yarhamuhullah</em>” <strong>[1]</strong>  (semoga Allah merahmatinya) untuk orang yang hidup atau doa tersebut khusus bagi orang yang meninggal?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>الحمد لله، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله وعلى آله وصحبه</strong></span></p>
<p>Doa rahmat itu bermanfaat untuk seorang muslim yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Disyariatkan bagi seorang muslim untuk mendoakan saudara-saudaranya kaum muslimin dengan doa rahmat dan ampunan.</p>
<p>Semua doa tersebut bermanfaat untuk seorang muslim yang masih hidup maupun yang telah meninggal, karena masing-masing membutuhkan rahmat Allah. Tidak ada seorang pun yang tidak membutuhkan rahmat Allah <em>Subhanahu wa </em><em>T</em><em>a’ala</em>.</p>
<p>Kebiasaan masyarakat kita,  jika mereka menyebut seorang muslim yang telah wafat, mereka mendoakan “<em>rahimahullah</em>” (semoga Allah merahmatinya). Sedangkan jika mereka menyebut seorang muslim yang masih hidup, mereka mendoakan “<em>hafizhahullah</em><em>”</em> (semoga Allah menjaganya) dan “<em>waffaqahullah</em><em>”</em> (semoga Allah memberinya taufiq).</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/58881-mendoakan-saudara-tanpa-sepengetahuannya-adalah-tanda-jujurnya-keimanan.html" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color=""><strong>Mendoakan Saudara Tanpa Sepengetahuannya adalah Tanda Jujurnya Keimanan</strong></a></p>
<div class="su-note" style="border-color:#c4d4e5;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;"><div class="su-note-inner su-u-clearfix su-u-trim" style="background-color:#deeeff;border-color:#ffffff;color:#333333;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;"><strong>Ini adalah perkara kebiasaan saja, dan tidak disyariatkan (mengkhususkan doa rahmat untuk seorang muslim yang telah wafat).</strong></div></div>
<span class="su-highlight" style="background:#fff454;color:#000000"> <strong>Taufiq dan penjagaan itu termasuk bentuk rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.</strong> </span>
<div class="su-spacer" style="height:20px"></div>
<p>Maka jika seorang muslim berkata,</p>
<p>“Semoga Allah memberi taufik kepada si A dan semoga Allah menjaga si B”, maka ini termasuk macam-macam rahmat-Nya. Rahmat Allah itu mencakup perkara ini dan berbagai macam kebaikan, penjagaan. dan <em>ihsan</em> (perbuatan baik) lainnya.</p>
<p>Dan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> paling penyayang dari seluruh hamba-Nya yang penyayang (<em>Arhamur Rahimin</em>).</p>
<p>Namun, ada yang perlu diperhatikan di sini bahwa jika disebut sebuah doa dengan bentuk kata kerja: رحمه الله  <em>/rahimahullah/</em> (Semoga Allah merahmatinya), maka tidak disertai dengan penyebutan “kehendak Allah”. Sehingga tidaklah dikatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>فلان رحمه الله إن شاء الله</strong></span></p>
<p>/rahimahullah, in sya Allah/</p>
<p>“Semoga Allah merahmati orang itu, insyaallah.”</p>
<p>Sedangkan jika dikatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>فلان المرحوم</strong></span></p>
<p>/Fulan Al-Marhum/,</p>
<p>“Orang itu dirahmati”,</p>
<p>haruslah diberi keterangan penyebutan kehendak Allah. Yaitu Anda ucapkan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>فلان المرحوم إن شاء الله</strong></span></p>
<p>/Fulan Al-Marhum, in sya Allah/</p>
<p>“Orang itu dirahmati, insyaallah”</p>
<p>Adapun (jika) anda mengucapkan: “Fulan rahimahullah”, maka tidak usah disebutkan kehendak Allah <strong>[2]</strong>.  <em>Wallahu </em><em>Ta’ala </em><em>a’lam.</em></p>
<p>(Selesai kutipan fatwa ini) <strong>[3]</strong></p>
<p>– – –</p>
<p>Dalil-dalil dalam Al-Qur’an Al-Karim bahwa doa rahmat bisa diperuntukkan untuk orang yang masih hidup maupun orang yang telah meninggal,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>(Mereka berdoa)</em><em>,</em> <em>“</em><em>Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami</em><em>.</em> <em>D</em><em>an karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)</em><em>.”</em> <strong>(QS. </strong><strong>Ali</strong><strong>–</strong><strong>‘Imran: 8</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>Keduanya berkata</em><em>,</em> <em>“</em><em>Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.</em><em>”</em> <strong>(QS. </strong><strong>Al-A’raf:</strong> <strong>23</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>Engkaulah Penolong kami, maka ampunilah kami serta rahmati kami, dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.</em><em>”</em> <strong>(QS. </strong><strong>Al-A’raf :155</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>Nuh berkata</em><em>,</em> <em>“</em><em>Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hak</em><em>i</em><em>kat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) merahmatiku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi</em><em>.</em><em>“</em> <strong>(QS. </strong><strong>Hud: 47</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa</em><em>,</em><em> “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)</em><em>.</em><em>“</em> <strong>(QS. </strong><strong>Al-Kahfi : 10</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia)</em><em>,</em> <em>“</em><em>Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan rahmati kami dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.</em><em>”</em> <strong>(QS. </strong><strong>Al-Mukminun:</strong> <strong>109</strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ</strong></span></p>
<p><em>“</em><em>Dan katakanlah</em><em>,</em> <em>“</em><em>Ya Tuhanku berilah ampun dan rahmati (aku)</em><em>.</em> <em>D</em><em>an Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik</em><em>.</em><em>“</em> <strong>(QS. </strong><strong>Al-Mukminun:</strong> <strong>118</strong><strong>)</strong></p>
<p>Dengan demikian, jelaslah bahwa dalil-dalil di atas menunjukkan doa rahmat itu juga disyari’atkan diperuntukan bagi seorang muslim yang masih hidup.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/56873-berdoa-dengan-bahasa-indonesia-di-dalam-shalat.html" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Shalat</a></strong></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">Doa Berlindung Dari Virus Corona</strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="--darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Sa’id Abu Ukasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: Muslim.or.id</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong></p>
<p><strong>[1] <em>“</em></strong><em>Yarhamuhullah”</em> (يرحمه الله) sama maknanya dengan <em>“rahimahullah”</em> (رحمه الله)</p>
<p><strong>[2] </strong>Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa tidak masalah jika penyebutan almarhum untuk seorang muslim yang telah wafat dengan maksud sebagai harapan. Baca penjelasannya di artikel berikut ini.</p>
<ul>
<li><a href="https://muslim.or.id/11153-fatwa-ulama-bolehkah-sebutan-almarhum.html" target="_blank" rel="noopener">Fatwa Ulama: Bolehkah Sebutan Almarhum?</a></li>
</ul>
<p><strong>[3] </strong>Sumber: <a href="http://iswy.co/e3jm5" target="_blank" rel="noopener">klik disini</a></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
 